Komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka, Berikut Ulasannya!

Daftar Isi

Nyero.ID - Komponen modul ajar dalam Kurikulum Merdeka menekankan pada pemberdayaan guru sebagai fasilitator pembelajaran yang dapat menyesuaikan materi, metode, dan penilaian sesuai dengan karakteristik siswa dan lingkungan sekolah.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penekanan diberikan pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, kritis berpikir, komunikasi, dan kolaborasi. 

Siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir mandiri dan memecahkan masalah secara kreatif. 

Modul ini juga menitikberatkan pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran, di mana siswa diajak untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan memahami konsep-konsep melalui eksplorasi dan penemuan.

Komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

A. Apa Itu Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka?

Modul ajar dalam Konteks Kurikulum Merdeka adalah sebuah alat atau sumber belajar yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran siswa secara mandiri atau berkelompok. 

Ini merupakan materi pembelajaran yang terstruktur dan sistematis, yang memberikan panduan kepada siswa tentang bagaimana mereka dapat mempelajari suatu topik atau konsep tertentu dengan cara yang mandiri.

Modul ajar ini biasanya fleksibel, interaktif, dan seringkali mengintegrasikan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. 

Tujuan dari modul ajar ini adalah untuk memberdayakan siswa agar dapat belajar secara mandiri, mendorong pemikiran kritis, dan mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa.

Penggunaan modul ajar Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mengurangi beban kurikulum yang terlalu padat, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan relevan. 

Selain itu, modul ajar ini diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi inovasi dan penyesuaian lokal dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan konteks masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

B. Komponen Minimal Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka

Untuk memastikan kualitas dan keefektifan modul ajar, panduan pembelajaran dan asesmen sering kali ditetapkan oleh pemerintah. 

Berikut adalah penjelasan mengenai komponen minimum yang umumnya terdapat dalam modul ajar, sesuai dengan Panduan Pembelajaran dan Asesmen yang diterbitkan oleh Kemendikbud:

1. Tujuan Pembelajaran

Ini adalah pernyataan yang jelas dan terukur mengenai apa yang diharapkan peserta didik ketahui, pahami, atau mampu lakukan setelah menyelesaikan modul. 

Tujuan pembelajaran harus sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dan mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

2. Rencana Asesmen di Awal dan Akhir Pembelajaran

Rencana asesmen mencakup cara-cara untuk mengukur pemahaman dan pencapaian peserta didik.

Asesmen dapat melibatkan berbagai metode, seperti ujian tertulis, proyek, presentasi, atau penugasan. Penting untuk menentukan kriteria keberhasilan dan cara evaluasi yang adil dan akurat.

3. Langkah Pembelajaran

Ini mencakup urutan langkah-langkah atau tahapan yang diikuti peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Langkah-langkah ini dapat berupa penjelasan konsep, kegiatan praktik, diskusi kelompok, atau tugas tertulis. Pemilihan metode pembelajaran harus sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik.

4. Media Pembelajaran

Media pembelajaran merujuk pada alat atau bahan yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau memfasilitasi proses pembelajaran.

Ini dapat mencakup buku teks, presentasi slide, video, simulasi, dan lainnya. Pemilihan media pembelajaran harus mendukung gaya belajar peserta didik dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi.

Dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, modul ajar diharapkan dapat memberikan panduan yang komprehensif dan terstruktur bagi peserta didik serta memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran dengan efektif.

C. Komponen Lengkap Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

Dalam upaya terus menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah memperkenalkan Konsep Kurikulum Merdeka. 

Salah satu elemen penting dari kurikulum ini adalah penggunaan modul ajar yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan. Berikut ini adalah komponen lengkap modul ajar dalam Kurikulum Merdeka:

1. Informasi Umum

Penerapan Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada materi pembelajaran, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek rinci dalam modul ajar. Berikut aspek-aspek penting yang terdapat dalam informasi umum:

a. Pemilihan Jenis Satuan dan Jenjang Pendidikan

Dalam merancang modul ajar, pertimbangan utama adalah jenis satuan dan jenjang pendidikan yang menjadi fokus. 

Pemilihan ini mempertimbangkan karakteristik perkembangan peserta didik, seperti kebutuhan belajar anak usia dini, tingkat pertumbuhan kognitif pada jenjang sekolah dasar, atau persiapan untuk kehidupan lebih lanjut di jenjang menengah dan atas. 

Pengelompokan ini memberikan panduan bagi para guru dan peserta didik untuk memastikan relevansi dan ketepatan materi.

b. Pemilihan Fase dan Kelas

Dalam modul Kurikulum Merdeka, pemilihan fase dan kelas sangat memperhatikan tahap perkembangan individu. 

Setiap fase pendidikan memiliki karakteristik unik yang memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda. 

Pemilihan kelas juga mempertimbangkan keberagaman dalam kemampuan dan minat siswa. Ini memastikan bahwa materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kesulitan yang dapat diatasi oleh peserta didik.

c. Pemilihan Mata Pelajaran

Pemilihan mata pelajaran dalam modul ajar tidak hanya bergantung pada keterkaitannya dengan kurikulum nasional, tetapi juga pada relevansinya dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan masa depan peserta didik. 

Modul Kurikulum Merdeka mendorong integrasi mata pelajaran dan pengajaran lintas-disiplin untuk menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh. 

Hal ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan aplikatif.

d. Penanda Kebutuhan Khusus

Aspek inklusivitas dalam Kurikulum Merdeka sangat diperhatikan melalui penanda kebutuhan khusus. Modul ajar dirancang dengan memperhatikan peserta didik yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus. 

Pendekatan diferensiasi dan penyesuaian kurikulum memastikan bahwa setiap peserta didik, tanpa terkecuali, dapat mengakses dan mengikuti pembelajaran sesuai dengan potensinya.

e. Judul Modul Ajar

Judul modul ajar memiliki peran penting dalam menarik perhatian peserta didik. Judul yang jelas, singkat, dan menggambarkan esensi pembelajaran memberikan gambaran awal tentang apa yang akan dipelajari. 

Pemilihan kata-kata yang tepat juga membantu dalam membangun minat dan motivasi peserta didik terhadap materi pembelajaran.

f. Deskripsi Umum Modul Ajar

Deskripsi umum modul ajar memberikan gambaran lebih mendalam tentang isi, tujuan, dan metode pembelajaran yang digunakan. 

Informasi ini membantu peserta didik dan guru memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari modul tersebut. 

Deskripsi ini juga dapat mencakup pendekatan pembelajaran, sumber daya yang digunakan, dan tautan dengan kehidupan sehari-hari.

g. Identitas Penulis Modul

Mengenalkan identitas penulis modul menciptakan keterpercayaan dan memberikan dasar untuk menilai kualitas konten. 

Nama penulis dan asal organisasi mencerminkan kompetensi dan keahlian yang menjadi landasan bagi modul ajar. 

Ini memberikan kepercayaan kepada pengguna bahwa modul tersebut didesain oleh profesional yang memahami kebutuhan pendidikan.

h. Gambar Sampul (Opsional)

Gambar sampul dapat menjadi elemen visual yang menarik untuk menambah daya tarik modul ajar. Pemilihan gambar harus relevan dengan konten modul dan memberikan kesan positif. 

Namun, perlu diingat bahwa gambar sampul opsional dan sebaiknya tidak mengaburkan esensi pembelajaran yang disajikan dalam modul.

2. Tujuan Modul Ajar

Modul ajar di Kurikulum Merdeka tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk membentuk pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang relevan bagi peserta didik.

Tujuan modul ajar mencakup pengembangan kompetensi inti, penguasaan materi, pengembangan keterampilan berpikir kritis, dan pemahaman nilai-nilai lokal yang khas.

Pemilihan referensi alur tujuan pembelajaran menjadi langkah awal yang krusial dalam perancangan modul ajar. 

Referensi ini mencakup kerangka dasar yang mengarahkan proses penyusunan tujuan pembelajaran.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, referensi alur tujuan pembelajaran mencakup aspek-aspek seperti penguasaan konsep, pengembangan keterampilan, dan pencapaian kompetensi.

Pemilihan/pengunggahan referensi Alur Tujuan Pembelajaran yang digunakan sebagai acuan penyusunan Tujuan Pembelajaran dari keseluruhan modul ajar

3. Rancangan Penggunaan Modul Ajar  

Rancangan penggunaan modul ajar dalam Kurikulum Merdeka melibatkan pemikiran matang terkait alokasi JP, moda pembelajaran, target murid, jumlah murid, sarana dan prasarana, serta prasyarat kompetensi. 

Keputusan ini memainkan peran krusial dalam membentuk pengalaman pembelajaran yang beragam, inklusif, dan efektif.

Dengan merinci setiap aspek ini, kita dapat memastikan bahwa modul ajar tidak hanya mencapai tujuan pendidikan, tetapi juga menyelaraskan diri dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas dan inklusivitas. Berikut ulasan lengkapnya:

a. Total Alokasi Jam Pelajaran (JP)

Total alokasi Jam Pelajaran (JP) menjadi dasar pengaturan waktu pembelajaran dalam modul. Dalam rancangan Kurikulum Merdeka, perlu mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, tingkat kesulitan materi, dan intensitas interaksi antara guru dan peserta didik.

Alokasi waktu yang bijaksana akan memastikan bahwa materi pembelajaran dapat disampaikan secara menyeluruh dan mendalam tanpa membebani peserta didik.

b. Penentuan Moda Pembelajaran (Opsional)

Moda pembelajaran menentukan bagaimana modul ajar disampaikan kepada peserta didik. Dalam era teknologi informasi, moda pembelajaran dapat melibatkan penggunaan platform digital, video pembelajaran, atau pembelajaran berbasis daring. 

Pemilihan moda pembelajaran perlu mempertimbangkan aksesibilitas peserta didik dan memastikan bahwa peserta didik dapat mengakses materi dengan mudah dan efektif.

c. Target Murid (Opsional)

Menetapkan target murid dapat membantu mengarahkan fokus pengajaran. Ini melibatkan identifikasi kelompok sasaran yang akan paling diuntungkan dari modul ajar. 

Misalnya, modul tertentu mungkin difokuskan untuk peserta didik tingkat menengah yang memerlukan tantangan tambahan atau untuk mereka dengan tingkat pemahaman tertentu. 

Penentuan target murid membantu dalam menyusun materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

d. Jumlah Murid (Opsional)

Jumlah peserta didik yang direncanakan untuk menggunakan modul ajar perlu dipertimbangkan. Hal ini akan mempengaruhi dinamika pembelajaran, pengaturan kelompok, dan ketersediaan bahan pembelajaran. 

Rencana jumlah murid juga dapat membantu dalam merancang aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan skala kelompok.

e. Sarana dan Prasarana (Opsional)

Pertimbangan mengenai sarana dan prasarana melibatkan evaluasi ketersediaan fasilitas pendidikan.

Jika modul ajar menggunakan moda pembelajaran berbasis teknologi, perlu memastikan bahwa peserta didik memiliki akses ke perangkat dan koneksi internet yang memadai. 

Fasilitas fisik juga perlu memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran, seperti ruang diskusi atau laboratorium.

f. Prasyarat Kompetensi (Opsional)

Penentuan prasyarat kompetensi membantu mengidentifikasi level pemahaman atau keterampilan yang diperlukan sebelum peserta didik dapat menggunakan modul ajar. 

Hal ini memastikan bahwa peserta didik yang mengakses modul memiliki landasan yang cukup untuk memahami materi dengan baik. 

Prasyarat kompetensi juga dapat membantu menyusun modul ajar secara progresif, mengarahkan peserta didik dari tingkat pemahaman dasar ke tingkat yang lebih kompleks.

4. Materi, Asesmen, dan Referensi Modul Ajar   

Materi dalam modul ajar adalah substansi inti yang disajikan untuk membantu peserta didik memahami konsep atau keterampilan tertentu. Materi ini dapat berupa teks, gambar, diagram, atau multimedia lainnya yang mendukung pemahaman.

Asesmen dalam konteks modul ajar mencakup berbagai metode evaluasi, seperti ujian, tugas, atau proyek, yang digunakan untuk mengukur pemahaman dan pencapaian peserta didik terhadap materi tersebut. 

Asesmen dirancang untuk menciptakan pengalaman evaluasi yang adil dan akurat.

Sementara itu, referensi dalam modul ajar merujuk pada sumber-sumber tambahan atau bahan bacaan yang dapat diakses oleh peserta didik untuk memperdalam pemahaman mereka. 

Referensi ini melengkapi materi utama dengan informasi tambahan yang relevan dan dapat membantu peserta didik mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang dipelajari dalam modul. 

a. Materi

  • Judul Materi: Judul materi dalam modul ajar sangat penting karena menjadi pintu gerbang yang memberikan gambaran keseluruhan tentang konsep atau keterampilan yang akan dipelajari. Judul yang jelas dan menarik dapat meningkatkan minat peserta didik terhadap materi.
  • Rangkuman Kegiatan: Rangkuman kegiatan membantu peserta didik untuk memahami struktur dan maksud dari materi yang akan dipelajari. Ini mencakup urutan aktivitas, tujuan yang ingin dicapai, dan beberapa poin penting yang akan dicakup. Rangkuman ini memberikan gambaran singkat tetapi informatif untuk memandu peserta didik melalui proses pembelajaran.

b. Asesmen

Asesmen adalah elemen kritis dalam pengukuran pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam panduan Kurikulum Merdeka, jika diperlukan asesmen tambahan atau asesmen alternatif, kontributor dapat mengunggahnya pada kolom asesmen yang tersedia. 

Pilihan "Sudah terlampir dalam modul utuh" dapat dipilih jika asesmen tambahan sudah dimasukkan ke dalam modul secara menyeluruh.

c. Referensi (Opsional)

Referensi dapat menjadi tambahan berharga untuk mendukung materi modul. Jika diperlukan referensi materi lain dari PMM (Platform Merdeka Mengajar) atau sumber lain yang kredibel, kontributor dapat mengunggah tautan referensi tersebut pada kolom referensi yang tersedia. 

Referensi yang relevan dapat memberikan kedalaman pemahaman dan dukungan konsep yang diajarkan dalam modul.

D. Contoh Susunan Modul Ajar yang Baik

Susunan modul ajar yang baik dan benar tentu mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, paling tidak memiliki komponen minimal sesuai yang telah kami sebutkan di atas. Di bawah ini adalah contoh susunan modul ajar secara lengkap:

A. Informasi Umum:

  1. Identitas Sekolah
  2. Kompetensi Awal
  3. Profil Pelajar Pancasila (Kemendikbud) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamiin (Kemenag)
  4. Sarana dan Prasarana
  5. Target Peserta Didik
  6. Model Pembelajaran 

B. Komponen Inti:

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
  3. Asesmen Awal
  4. Pemahaman Bermakna
  5. Pertanyaan Pemantik
  6. Persiapan Pembelajaran
  7. Kegiatan Pembelajaran
  8. Asesmen
  9. Pengayaan dan Remedial
  10. Refleksi Peserta Didik dan Guru

C. Lampiran:

  1. Lembar Kerja Peserta Didik
  2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
  3. Glosarium 
  4. Daftar Pustaka

Baca Juga: Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka, Ini Penjelasannya!

Kesimpulan

Dengan memahami komponen-komponen yang membentuk modul ajar dalam Konteks Kurikulum Merdeka, kita dapat menciptakan suatu lingkungan pembelajaran yang dinamis dan relevan.

Struktur yang baik, materi pembelajaran yang kontekstual, aktivitas yang menantang, penilaian yang beragam, dan dukungan pembimbingan bersama-sama membentuk pondasi pembelajaran yang holistik dan mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. 

Kurikulum Merdeka bukan hanya tentang merdeka dari tradisi, tetapi juga merdeka untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi masing-masing peserta didik.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."