Blogger Jateng

Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C Kelas 5 – 6 SD Kurikulum Merdeka

Nyero.ID - Modul Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti (BD) Fase C untuk siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas 5 dan 6 adalah suatu panduan pembelajaran yang dirancang khusus untuk memperkenalkan nilai-nilai agama Islam dan pembentukan karakter moral kepada anak-anak pada usia dini. 

Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan moralitas siswa. Dalam upaya untuk merampingkan dan menyesuaikan pendidikan agama dengan tuntutan perkembangan zaman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia memperkenalkan Kurikulum Merdeka. 

Sebagai bagian integral dari kurikulum tersebut, Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C menjadi pilar utama dalam membangun generasi muda yang memiliki keimanan yang kokoh dan budi pekerti yang luhur.

Fase C dari Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti dirancang sebagai respons terhadap dinamika perkembangan zaman dan kompleksitas tantangan moral yang dihadapi siswa di tingkat pendidikan sekolah dasar. Modul ini berusaha memberikan pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam penyampaian nilai-nilai agama dan budi pekerti.

Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C Kelas 5 – 6 SD Kurikulum Merdeka

Proses pengembangan Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C melibatkan kolaborasi antara pakar PAI, ahli pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Modul ini dihasilkan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan psikologis siswa, menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kelebihan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan moral di tingkat menengah, diperkenalkanlah Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C untuk kelas 5-6 SD dalam Kurikulum Merdeka. Modul ini dirancang dengan keunggulan tertentu yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan spiritual, moral, dan keterampilan hidup siswa. Berikut beberapa kelebihan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

1. Pendekatan Kontekstual

Modul ini mengusung pendekatan kontekstual, memastikan siswa dapat mengaitkan ajaran agama dengan kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai agama dan budi pekerti dapat dipahami dan diaplikasikan dalam situasi dan konteks kehidupan mereka.

2. Interaktif dan Partisipatif

Fokus pada pembelajaran interaktif dan partisipatif, di mana siswa secara aktif terlibat dalam diskusi, permainan peran, dan proyek-proyek yang mendukung perkembangan sikap positif. Hal ini menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi siswa.

3. Penerapan Nilai-Nilai agama

Memberikan wadah bagi siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai agama dan budi pekerti dalam tindakan nyata, mendorong mereka menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekitar. Tujuan utamanya adalah menghasilkan generasi yang berkontribusi positif dalam masyarakat.

4. Pengembangan Keterampilan Hidup

Selain fokus pada aspek spiritual dan moral, Modul ini juga menitikberatkan pada pengembangan keterampilan hidup. Keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan resolusi konflik menjadi bagian integral dari pembelajaran, membantu siswa menjadi individu yang lebih berdaya.

5. Manfaat bagi Guru dan Siswa

Guru mendapatkan panduan komprehensif untuk merancang pembelajaran yang menarik dan relevan. Di sisi lain, siswa merasakan manfaat moral dan karakter yang kuat, memperkaya pengalaman spiritual mereka, dan memahami konsep-konsep agama Islam dengan lebih mendalam.

Komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

Modul ajar adalah implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran. Disusun secara sistematis, mempertimbangkan fase perkembangan peserta didik, dan berbasis perkembangan jangka panjang. Komponen-komponen dalam penyusunan modul ajar mencakup:

A. Komponen Informasi Umum:

  1. Identitas Sekolah
  2. Kompetensi Awal
  3. Profil Pelajar Pancasila
  4. Sarana dan Prasarana
  5. Target Peserta Didik
  6. Model Pembelajaran

B. Komponen Inti:

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Pemahaman Bermakna
  3. Pertanyaan Pemantik
  4. Persiapan Pembelajaran
  5. Kegiatan Pembelajaran
  6. Asesmen
  7. Pengayaan dan Remidial
  8. Refleksi Peserta Didik dan Guru

C. Komponen Lampiran:

  1. Lembar Kerja Peserta Didik
  2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
  3. Glosarium
  4. Daftar Pustaka

Dengan implementasi yang baik, Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C diharapkan menjadi landasan kokoh dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan spiritual dan moral siswa, sejalan dengan visi pembangunan manusia yang berkepribadian mulia.

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase C Kelas 5-6 SD Semester Ganjil dan Genap

Modul ini tidak hanya membimbing siswa dalam memahami ajaran agama Islam, tetapi juga membentuk karakter dan budi pekerti yang baik sejak usia dini. 

Pada mata pelajaran Modul Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti (BD)  kelas 2 ada 10 judul bab yaitu:

1. Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 SD: 

  • Bab 1: Menyayangi Anak Yatim
  • Bab 2: -
  • Bab 3: Aku Anak Shaleh
  • Bab 4: Hidup Lapang dan Berbagi
  • Bab 5: Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW
  • Bab 6: Hidup Damai Dalam Kebersamaan
  • Bab 7: Ketika Kehidupan Telah Berhenti
  • Bab 8: Senangnya Berteman
  • Bab 9: Ibadah Haji dan Kurban
  • Bab 10: Keteladanan Khulafaurrasyidin
Link modul ajar PAI Fase C Kelas 5 SD semester ganjil dan genap [buka disini]

2. Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 6 SD [proses pembuatan]

Dengan adanya Modul Ajar ini, siswa diharapkan dapat tumbuh sebagai individu yang memiliki pemahaman agama yang baik dan karakter berbudi pekerti mulia. 

Modul ini tidak hanya menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran agama. 

Baca Juga: 

Dengan pendekatan yang inklusif dan holistik, modul ini mendukung visi kurikulum Merdeka yang menghargai keberagaman dan mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berintegritas.

Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Fase C Kelas 5 – 6 SD Kurikulum Merdeka di atas tidak bersifat permanen, jadi bapak ibu guru bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."