Blogger Jateng

Modul Ajar Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater Fase C Kelas 5 - 6 SD Kurikulum Merdeka

Nyero.ID - Modul Ajar Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater pada Fase C Kelas 5 - 6 SD Kurikulum Merdeka adalah suatu panduan pembelajaran yang secara khusus dirancang untuk memperkenalkan siswa tentang seni dan budaya pada awal-awal pembelajaran.

Fase C pada tingkat kelas 5-6 menjadi titik puncak bagi perkembangan intelektual dan kreativitas siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penekanan pada seni dan budaya terus menjadi bagian integral dari pendidikan holistik.  

Pengertian umum tentang modul adalah sebagai satu kesatuan bahan pembelajaran yang dapat diakses secara mandiri oleh peserta didik. Modul ini menyajikan komponen dan petunjuk yang jelas, memungkinkan peserta didik untuk belajar secara mandiri dengan sistematis dan menarik. Dalam konteks kurikulum Merdeka, modul ajar hadir sebagai alternatif yang menggantikan RPP dan Silabus, yang biasanya dibuat oleh guru untuk perencanaan pembelajaran.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, modul ajar dalam kurikulum Merdeka tidak hanya mengandung unsur RPP dan Silabus, tetapi juga komponen-komponen tambahan. Modul ini mirip dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lengkap dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen yang diperlukan dalam satu unit atau topik. Tujuan modul ajar adalah memastikan pencapaian kompetensi yang diharapkan melalui alur tujuan pembelajaran.

Modul Ajar Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater Fase C Kelas 5 - 6 SD Kurikulum Merdeka
Dengan adanya modul ajar, pendidik tidak lagi harus menyusun RPP dan Silabus secara terpisah. Mereka hanya perlu membuat modul ajar yang telah mengintegrasikan komponen RPP dan Silabus. Hal ini memberikan kepraktisan yang signifikan. Lebih jauh lagi, pendidik dapat dengan mudah mengadaptasi atau membuat modul ajar sesuai dengan kebutuhan siswa, atau bahkan mengikuti modul ajar yang disediakan oleh satuan Pendidikan setempat.

Sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019, RPP memiliki tiga komponen inti, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Ketiganya menjadi dasar dalam menyusun modul ajar di Kurikulum 2022. Dengan demikian, modul ajar ini dapat dianggap sebagai solusi yang praktis dan efisien.

Dalam penyusunan modul ajar, muncul beberapa istilah baru yang tidak ada sebelumnya dalam kurikulum 2013. Istilah-istilah ini mencakup capaian pembelajaran, profil pelajar Pancasila, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, dan bahan bacaan untuk guru dan peserta didik. Semua ini menjadi bagian integral dalam membangun modul ajar yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, menandai perkembangan positif dalam pendekatan pembelajaran modern.

1. Seni Tari

Modul ajar seni tari pada Fase C menantang siswa untuk memahami konsep gerakan yang lebih kompleks dan menciptakan koreografi sederhana. Mereka tidak hanya belajar tentang tarian tradisional, tetapi juga diperkenalkan pada unsur-unsur kreativitas dalam mengekspresikan ide dan emosi melalui gerakan tubuh. Hal ini tidak hanya mendukung pengembangan keterampilan fisik, tetapi juga memupuk imajinasi dan inovasi.

2. Seni Musik

Seni musik dalam modul ini memperdalam pemahaman siswa tentang elemen-elemen musik dan teori musik dasar. Mereka diberi kesempatan untuk mencoba memainkan alat musik dengan lebih kompleks, serta memahami komposisi musik tradisional dan kontemporer. Modul ini tidak hanya membangun keterampilan musik, tetapi juga menciptakan rasa apresiasi yang lebih mendalam terhadap keberagaman musik Indonesia.

3. Seni Teater

Modul seni teater pada Fase C mendorong siswa untuk lebih mendalam dalam pengembangan karakter dan penulisan skenario sederhana. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas peran yang memperluas keterampilan berbicara, berakting, dan kolaborasi. Dengan demikian, modul ini tidak hanya menciptakan bintang-bintang teater muda tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi interpersonal.

4. Seni Rupa 

Seni rupa pada Fase C membawa siswa ke tingkat keterampilan yang lebih tinggi dalam teknik dan estetika. Mereka belajar untuk menciptakan karya seni yang lebih kompleks, menggali berbagai medium, dan mendalami pemahaman tentang peran seniman dalam masyarakat. Modul ini tidak hanya melatih keterampilan seni visual, tetapi juga merangsang pemikiran kritis dan ekspresi diri.

Dengan memadukan keahlian seni tradisional dan modern, modul ajar seni dan budaya pada Fase C memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sebagai individu yang kreatif, berkolaborasi, dan menghargai keberagaman budaya Indonesia. Pendidikan seni yang holistik di Fase C bukan hanya tentang menciptakan seniman masa depan, tetapi juga mengembangkan individu yang mampu berpikir kreatif, inovatif, dan memiliki kepekaan terhadap keindahan di sekitar mereka. 

Modul Ajar Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater Fase C Kelas 5 - 6 SD Kurikulum Merdeka

Modul Ajar Fase C Kelas 5 - 6 ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian dasar-dasar pemahaman tentang Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater, tetapi juga sebagai wahana untuk merangsang kreativitas, ekspresi diri, dan apresiasi terhadap seni budaya. berikut link modul ajar untuk kelas 5 - 6 SD semester genap dan ganjil:

  • Modul Seni Musik Fase C kelas 5-6 [buka disini]
  • Modul Seni Tari Fase C kelas 5-6 [buka disini]
  • Modul Seni Rupa Fase C kelas 5-6 [buka disini]
  • Modul Seni Taeter Fase C kelas 5-6 [buka disini]

Dengan adanya Modul Ajar ini, siswa diharapkan dapat mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka dalam dunia seni tari. 

Baca Juga: 

  1. Modul Ajar PPKn Fase C Kelas 5-6 SD Kurikulum Merdeka 
  2. Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase C Kelas 5-6 SD Kurikulum Merdeka
  3. Modul Ajar Bahasa Inggris Fase C Kelas 5-6 SD Kurikulum Merdeka

Dengan pendekatan yang inklusif dan mendukung, modul ini mendukung visi kurikulum Merdeka yang menghargai kebebasan belajar dan mencetak generasi penerus bangsa yang kreatif dan berbakat dalam Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater.

Modul Ajar Seni Tari, Musik, Rupa dan Teater Fase C Kelas 5 - 6 SD di atas tidak bersifat permanen, jadi bapak ibu guru bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."