Blogger Jateng

8 Persiapan Sekolah Bila Kurikulum Merdeka Dijadikan Kurikulum Nasional!

Nyero.ID - Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, telah mengonfirmasi bahwa Kurikulum Merdeka direncanakan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Saat ini, sebanyak 80 persen sekolah di semua tingkatan telah secara sukarela menerapkan Kurikulum Merdeka.

Anindito menjelaskan bahwa sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013 dapat secara bertahap beralih menjadi Kurikulum Merdeka, memberikan ruang adaptasi bagi lembaga pendidikan. Rencana ini mendapat dukungan positif dari pemangku kepentingan di sektor pendidikan, yang menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka telah membawa perubahan positif dalam proses belajar-mengajar.

Salah satu contoh dukungan tersebut datang dari Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mamboro, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Dominggus. Ia menyatakan dukungannya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka secara nasional, mengakui bahwa kurikulum ini telah mendorong perubahan paradigma pembelajaran yang lebih menyenangkan. Dominggus menilai bahwa Kurikulum Merdeka dapat disesuaikan dengan karakteristik daerah dan menghapuskan disparitas antara sekolah di kota dan desa.

Persiapan Sekolah Bila Kurikulum Merdeka Dijadikan Kurikulum Nasional
Kepala (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo

Saat berbagi pengalaman, Dominggus mengungkapkan bahwa sebelum menerapkan Kurikulum Merdeka, sekolahnya mengalami krisis pembelajaran, termasuk kekurangan platform belajar yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Namun, setelah penerapan Kurikulum Merdeka, terjadi perubahan signifikan dengan fokus pada pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik.

Guru SMAN 4 Ternate, Maluku Utara, Santi Evaria, juga mendukung implementasi Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional. Menurutnya, kurikulum ini merupakan jawaban yang baik untuk menghadapi tantangan pendidikan Indonesia, terutama pasca pandemi Covid-19. Santi menyoroti fleksibilitas yang diberikan oleh Kurikulum Merdeka kepada guru, memungkinkan mereka untuk mengenali bakat dan minat siswa dengan lebih baik.

Dengan harapan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka secara nasional akan mempercepat peningkatan kualitas dan kompetensi guru, Santi berbicara tentang dampak positif bagi para siswa. Ia berharap bahwa generasi yang dihasilkan akan memiliki kompetensi, keterampilan spiritual, keterampilan sosial, dan pengetahuan yang baik, sehingga mereka siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi individu yang mandiri.

Selain menyiapkan peralihan bertahap dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka, sekolah perlu mempersiapkan beberapa aspek kunci agar implementasi berjalan lancar. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan oleh sekolah:

1. Pelatihan dan Pengembangan Guru

Sekolah perlu menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan bagi para guru untuk memahami secara mendalam prinsip, tujuan, dan metodologi Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini dapat mencakup aspek-aspek baru dalam metode pengajaran, penilaian, dan pendekatan yang lebih personalisasi terhadap peserta didik.

2. Sumber Daya Pembelajaran

Menyediakan sumber daya pembelajaran yang mendukung Kurikulum Merdeka. Hal ini mencakup penyediaan buku teks yang sesuai, materi ajar, dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dapat membantu guru dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna.

3. Infrastruktur Teknologi

Melengkapi infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini melibatkan akses ke perangkat teknologi, koneksi internet, dan pelatihan untuk pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

4. Keterlibatan Orang Tua

Membangun keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan, dengan memberikan informasi yang jelas mengenai perubahan kurikulum dan bagaimana orang tua dapat mendukung pembelajaran anak di rumah.

5. Monitoring dan Evaluasi

Menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang efektif untuk mengukur keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini melibatkan penilaian kontinu terhadap kemajuan siswa, respons guru, dan penyesuaian yang diperlukan.

6. Kolaborasi dengan Pihak Terkait

Membangun kerja sama dengan lembaga terkait, termasuk pihak terkait di tingkat lokal, regional, dan nasional. Ini dapat membantu sekolah mendapatkan dukungan dan sumber daya tambahan yang mungkin diperlukan.

7. Pemahaman Komunitas Sekolah

Menyampaikan informasi tentang perubahan kurikulum kepada komunitas sekolah, termasuk siswa, guru, dan staf pendukung. Hal ini penting untuk menciptakan pemahaman dan penerimaan terhadap perubahan tersebut.

8. Sosialisasi kepada Peserta Didik

Mengadakan sesi sosialisasi kepada peserta didik agar mereka memahami perubahan yang akan terjadi, tujuan Kurikulum Merdeka, dan bagaimana mereka dapat mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka.

Baca Juga:

Dengan persiapan yang matang dalam aspek-aspek di atas, sekolah dapat mengoptimalkan potensi Kurikulum Merdeka dan memastikan bahwa perubahan ini memberikan dampak positif bagi pendidikan dan perkembangan peserta didik.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."