Blogger Jateng

9 Tips dan Strategi Terbaik dalam Mengikuti Tes PPG

Nyero.ID -  Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) memiliki dua varian utama, yaitu PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan.

PPG Prajabatan ditujukan untuk calon guru yang belum aktif mengajar di lembaga pendidikan formal. Program ini menyasar lulusan sarjana pendidikan atau bidang terkait yang ingin menjadi guru di lembaga pendidikan formal. Peserta PPG Prajabatan menjalani serangkaian kegiatan, termasuk pembelajaran teori, praktek mengajar di lapangan, dan ujian akhir untuk mendapatkan sertifikasi.

Sementara itu, PPG Dalam Jabatan diperuntukkan bagi guru yang sudah aktif mengajar tetapi belum memiliki sertifikasi pendidik. Program ini memberikan kesempatan kepada guru PNS, PPPK, dan Non-PNS yang memenuhi persyaratan. Peserta PPG Dalam Jabatan, yang sudah memiliki pengalaman mengajar, mengikuti program intensif selama satu tahun dengan metode pembelajaran online atau offline.

Tujuan dari kedua program ini adalah meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme para pendidik. PPG Prajabatan membuka pintu bagi calon guru untuk memasuki dunia pendidikan dengan kualifikasi yang diakui. Sementara PPG Dalam Jabatan memberi peluang bagi guru yang sudah berada dalam jabatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, sehingga dapat memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan di Indonesia.

Tips dan Strategi Terbaik dalam Mengikuti Tes PPG

Saat mengikuti ujian PPG, banyak peserta yang merasa gugup karena harus bersaing dengan ribuan orang lainnya. Terkadang, peluang untuk lulus terasa semakin kecil karena peserta yang begitu banyak. Namun, penting untuk diingat bahwa usaha keras dan kejujuran bisa memberikan hasil terbaik dalam ujian PPG.

Sebagian orang mungkin mencoba jalur tidak benar, seperti melakukan kecurangan atau memberi suap, untuk mencapai tujuan mereka. Tetapi sebenarnya, tindakan seperti itu tidak perlu dilakukan. Dengan persiapan yang baik, kita bisa melewati ujian PPG tanpa harus melanggar aturan yang berlaku. 

Tips dan Strategi Terbaik dalam Tes PPG

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan peluang lolos tes PPG tanpa melibatkan tindakan tidak sportif:

1. Pelajari Soal dari PPG Tahun-tahun Sebelumnya

Langkah awal yang sangat penting dalam menghadapi tes PPG adalah memahami jenis-jenis soal yang mungkin muncul. Untuk membantu dalam hal ini, buku-buku yang menyajikan soal-soal PPG beserta tipsnya dapat menjadi panduan yang sangat efektif. Pahami berbagai jenis soal dari tahun-tahun sebelumnya untuk meningkatkan rasa percaya diri saat Anda mengikuti tes.

2. Antisipasi Durasi Pengerjaan Soal

Meskipun memahami jenis soal adalah langkah pertama yang sangat penting dilakukan, manajemen waktu juga memegang peran krusial dalam kesuksesan menghadapi tes. Anda harus memiliki kemampuan untuk menjawab setiap soal dengan tepat waktu. 

Jadi, Pastikan mengetahui durasi total tes dan cara membagi waktu untuk setiap kategori soal yang Anda kerjakan, dengan cara seperti ini Anda dapat memastikan pengerjaan berlangsung dengan efisien.

3. Belajar dari Pengalaman

Pengalaman dianggap sebagai guru terbaik, dan hal ini tidak hanya berlaku untuk pengalaman setelah mengikuti tes PPG. Proses pembelajaran juga melibatkan pengetahuan yang dapat diperoleh dari orang-orang terdekat. Bertanyalah kepada teman-teman guru, saudara, atau bahkan pasangan dapat memberikan wawasan lebih mendalam mengenai atmosfer dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam tes PPG.

 4. Minta Restu Orang Tua

Sebelum mengikuti tes PPG, mintalah restu dan doa dari orang tua. Berbicara dengan mereka secara baik-baik beberapa hari sebelum tes dapat memberikan dukungan emosional dan spiritual yang sangat berharga. Restu dari orang tua dianggap sebagai doa terbaik yang mungkin memiliki pengaruh positif terhadap kesuksesan Anda dalam menghadapi tes PPG.

5. Jangan Berlebihan dalam Belajar

Walaupun belajar untuk tes PPG merupakan tahap yang sangat penting dilakukan, memaksa diri terlalu keras saat belajar sebaiknya dihindari. Selain fokus pada materi, perhatian juga perlu diberikan pada kesehatan, baik fisik maupun mental. Belajar secara berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan mengurangi kemampuan Anda untuk memberikan hasil terbaik saat mengikuti tes PPG.

Pembelajaran yang terlalu intensif dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kinerja Anda dalam menghadapi tes. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara belajar dan menjaga kesehatan agar tetap optimal dalam memberikan jawaban saat ujian.

6. Usahakan Mendapat Istirahat Cukup

Memastikan keseimbangan antara persiapan dan istirahat merupakan kunci keberhasilan. Sehari sebelum tes PPG, disarankan untuk istirahat dengan cukup dan menghindari belajar secara intensif. Tujuan dari langkah ini adalah agar Anda hadir dalam kondisi prima saat mengikuti tes. Istirahat yang memadai akan membantu Anda merasa lebih rileks dan siap menghadapi tes PPG tanpa beban berlebihan.

7. Mengetahui Lokasi Tes PPG

Sebelum menghadapi tes PPG, yang tak kahal penting untuk diperhatikan adalah faktor eksternal, terutama terkait dengan lokasi tes. Informasi mendetail seperti rute transportasi umum, tarif kendaraan, dan potensi kemacetan perlu diketahui setelah pengumuman lokasi tes. 

Meskipun persiapan ini mungkin terlihat berlebihan, namun hal ini dapat mencegah peserta terlambat tiba di lokasi tes, yang dapat berdampak negatif pada performa selama ujian.

8. Tepat Waktu Saat Ujian

Pastikan untuk tiba tepat waktu di lokasi tes untuk memberikan keuntungan psikologis, terutama dalam menjaga ketenangan. Ketenangan menjadi kunci kesuksesan saat menghadapi tes PPG. Dengan berada dalam keadaan tenang, Anda dapat lebih efektif menganalisis dan menjawab soal dengan baik, sehingga meningkatkan peluang kelulusan.

9. Berdoa, Usaha dan Tawakkal

Berdoa, berusaha dan tawakkal menjadi hal langkah terakhir yang perlu Anda lakukan, terutama ketika mendekati dan mengikuti tes. Meskipun mungkin ada kesulitan saat ujian, Anda tidak perlu panik.

Dengan mengingat materi yang telah dipelajari dan terus berdoa kepada Tuhan, Anda dapat mendapatkan dukungan spiritual. Kombinasi antara berdoa dan berusaha diharapkan mampu membantu Anda menghadapi setiap tantangan dengan rasa percaya diri.

Dengan menerapkan tips-tips ini, diharapkan peserta tes PPG dapat memperbesar kemungkinan kelulusan tanpa harus terlibat dalam tindakan yang tidak etis. Kejujuran dan persiapan yang matang adalah kunci utama untuk meraih kululusan.

Perbedaan Antara PPG dan Sertifikasi Guru

Pendidikan guru memiliki beragam program untuk meningkatkan kompetensi, di antaranya adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Sertifikasi Guru. Meskipun keduanya bertujuan sama, terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya.

Salah satu perbedaan utama terletak pada peserta program. PPG dikhususkan bagi calon guru yang belum memiliki pengalaman profesional, seringkali diikuti oleh lulusan sarjana pendidikan yang baru akan memulai karier mengajar. Sementara itu, sertifikasi guru ditujukan bagi mereka yang telah memiliki pengalaman mengajar selama beberapa tahun.

Perbedaan kedua terletak pada materi program. Karena peserta PPG berasal dari latar belakang dan kualifikasi yang berbeda, isi materi program ini difokuskan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang ilmu pendidikan, strategi pengajaran, dan pengembangan profesionalisme bagi calon guru. Di sisi lain, program sertifikasi lebih berfokus pada pengukuran dan penilaian kompetensi guru yang sudah berpengalaman.

Durasi program menjadi perbedaan ketiga yang patut diperhatikan. PPG memiliki durasi yang bervariasi, umumnya antara 1 hingga 2 tahun. Selama periode ini, peserta akan mengikuti serangkaian kuliah, praktik pengajaran langsung di sekolah, dan pembelajaran reflektif. Sertifikasi guru, di sisi lain, memiliki durasi yang lebih singkat, biasanya memerlukan waktu kurang dari 1 tahun.

Baca:

Terakhir, terdapat perbedaan dalam penerbitan sertifikat. Peserta PPG akan memperoleh sertifikat pendidik dari institusi pendidikan yang menyelenggarakan program tersebut. Sementara itu, guru yang menjalani sertifikasi akan menerima sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Dengan memahami perbedaan-perbedaan tersebut, guru dan calon guru dapat memilih program yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan karier mereka.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."