Blogger Jateng

6 Dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Nyero.ID - Sebagai salah satu lembaga kunci dalam mengemban amanat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memegang peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memajukan kebudayaan bangsa.

Berlandaskan pada capaian kinerja, potensi, dan permasalahan yang dihadapi, visi Kemendikbud untuk periode 2020-2024 telah ditetapkan dengan mempertimbangkan Visi Presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 serta Visi Indonesia 2045.

Visi tersebut menggarisbawahi komitmen Kemendikbud dalam mendukung cita-cita Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, dengan fokus pada pembentukan Pelajar Pancasila yang memiliki karakteristik kritis, kreatif, mandiri, serta berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Komitmen tersebut mencerminkan tekad Kemendikbud dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya dengan konsistensi, tanggung jawab, dan integritas yang tinggi, serta mengutamakan profesionalitas dalam setiap langkahnya. Dalam konteks ini, pembuatan kebijakan dan implementasi pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan akan didorong oleh semangat inovasi, sebagai upaya konkret untuk mencapai kemajuan dan kemandirian bagi Indonesia. 

6 Dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Dalam semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa, Kemendikbud bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan, berkomitmen untuk memajukan sektor ini sesuai dengan Visi dan Misi Presiden.

Sejalan dengan tekad untuk mewujudkan visi dan misi Presiden, Kemendikbud juga memfokuskan perhatiannya pada terciptanya profil Pelajar Pancasila. Konsep Pelajar Pancasila merujuk pada idealisme pelajar Indonesia sebagai individu yang terus belajar sepanjang hayat, memperoleh kompetensi global, dan menunjukkan perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. 

Dengan menekankan enam ciri utama, yaitu iman dan ketakwaan kepada Tuhan YME, akhlak mulia, kebinekaan global, semangat gotong royong, kemandirian, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif, Kemendikbud berkomitmen untuk membentuk generasi Pelajar Pancasila yang menjadi harapan bagi masa depan bangsa.

Apa Itu Profil Pelajar Pancasila?

Pelajar Pancasila tidak hanya sekadar individu yang duduk di bangku sekolah, tetapi mereka adalah perwujudan dari cita-cita mulia bangsa Indonesia. Dalam diri setiap Pelajar Pancasila terpatri kuat nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Pancasila, sebagai landasan moral dan etika yang menggerakkan setiap aspek kehidupan mereka.

Pertama-tama, Pelajar Pancasila adalah mereka yang memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Iman dan ketakwaan tersebut tercermin dalam sikap dan perilaku mereka, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, alam, maupun negara. Mereka menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dengan menjaga integritas dan keadilan sebagai prinsip yang tidak tergoyahkan.

Selanjutnya, Pelajar Pancasila adalah individu yang terbuka terhadap kemajemukan dan perbedaan. Mereka tidak hanya menerima keberagaman, tetapi juga secara aktif berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia, baik sebagai warga Indonesia maupun sebagai bagian dari masyarakat global. Mereka menjunjung tinggi identitas budaya bangsa, sambil tetap menghargai dan memelihara keberagaman budaya lainnya.

Pelajar Pancasila juga dituntut untuk mandiri dan berinisiatif. Mereka tidak menunggu instruksi untuk bertindak, tetapi selalu siap belajar hal-hal baru dan gigih dalam mencapai tujuan mereka. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif menjadi salah satu ciri khas mereka, di mana mereka mampu menganalisis masalah secara mendalam dan mencari solusi inovatif untuk mengatasinya.

Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020, menggambarkan profil Pelajar Pancasila secara jelas. Mereka adalah pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. 

Dengan enam ciri utama, yaitu iman, takwa, akhlak mulia, kebinekaan global, semangat gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreatif, Pelajar Pancasila diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Kegunaan Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila tidak hanya merupakan sebuah dokumen formal, melainkan juga sebuah panduan yang penting bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dalam konteks ini, profil tersebut memiliki beberapa kegunaan yang sangat signifikan.

Pertama, profil tersebut berperan sebagai alat untuk menerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Dengan memiliki pemahaman yang jelas mengenai profil Pelajar Pancasila, para pemangku kepentingan, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga pemerintah daerah, dapat lebih mudah memahami arah dan fokus pembangunan pendidikan yang diinginkan.

Kedua, profil Pelajar Pancasila juga menjadi panduan bagi pengembangan karakter bagi pendidik dan pelajar Indonesia. Dengan memiliki gambaran yang jelas mengenai karakteristik yang diharapkan dari seorang Pelajar Pancasila, pendidik dapat merancang program pembelajaran yang sesuai untuk membentuk karakter tersebut. Hal ini mencakup tidak hanya aspek akademik, tetapi juga aspek moral, sosial, dan keterampilan lainnya yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, profil Pelajar Pancasila juga bertindak sebagai tujuan akhir dari seluruh pembelajaran, program, dan kegiatan di satuan pendidikan. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan di sekolah, baik itu pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, maupun pembinaan karakter di luar ruang kelas, semua haruslah mengarah pada pembentukan karakter Pelajar Pancasila sesuai dengan profil yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa profil Pelajar Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Melalui profil tersebut, tujuan dan visi pendidikan dapat lebih mudah diwujudkan, pengembangan karakter dapat dilakukan secara sistematis, dan setiap kegiatan pendidikan dapat lebih terarah menuju tercapainya tujuan akhir, yaitu terbentuknya generasi Pelajar Pancasila yang berkualitas.

Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Profil Pelajar Pancasila memuat enam dimensi yang menandai identitas seorang pelajar yang terbentuk berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Setiap dimensi memiliki elemen-elemen yang menjadi pondasi bagi pembentukan karakter Pelajar Pancasila.

1. Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia

Pelajar Indonesia yang memiliki iman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah mereka yang menjalani kehidupan dengan prinsip-prinsip yang teguh dalam keyakinan dan tindakan moralnya. Mereka tidak hanya memahami ajaran agama dan kepercayaan mereka, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

Terdapat lima aspek utama dalam dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, yaitu: akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap alam, dan akhlak bernegara.

Berakhlak Mulia dalam Profil Pelajar Pancasila

a. Akhlak Beragama

Seorang Pelajar Pancasila mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa kasih dan sayang merupakan inti dari sifat-Nya. Mereka menjalankan amanah sebagai pemimpin di bumi dengan penuh kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia serta lingkungan. Ritual ibadah dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan menjadi sarana bagi mereka untuk mendalaminya lebih jauh.

b. Akhlak Pribadi

Pelajar Pancasila menginternalisasi akhlak mulia dalam sikap mereka terhadap diri sendiri. Mereka menjaga kesejahteraan pribadi dengan menghargai integritas, kejujuran, dan rendah hati. Melalui refleksi diri dan pengembangan pribadi, mereka menjadi individu yang dapat diandalkan dan setia pada nilai-nilai kemanusiaan.

c. Akhlak kepada Manusia

Penting bagi Pelajar Pancasila untuk memperlakukan sesama manusia dengan rasa hormat, kesetaraan, dan toleransi. Mereka menolak diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan, serta mempromosikan persatuan dalam keberagaman. Sikap empati, kepedulian, dan kerjasama menjadi ciri khas mereka dalam menjalin hubungan sosial yang harmonis.

d. Akhlak kepada Alam

Sebagai bagian dari ekosistem bumi, Pelajar Pancasila memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan lingkungan alam. Mereka sadar akan dampak perilaku mereka terhadap alam dan berkomitmen untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab demi menjaga kelestariannya. Refleksi dan kesadaran tentang pentingnya lingkungan menjadi landasan bagi perilaku mereka dalam menjaga ekosistem.

e. Akhlak Bernegara

Sebagai warga negara yang baik, Pelajar Pancasila memahami hak dan kewajiban mereka serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Mereka mengutamakan kerjasama, musyawarah, dan keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keimanan dan ketakwaan mereka menggerakkan mereka untuk aktif dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Dimensi Berkebhinekaan Global

Salah satu aspek krusial dalam Profil Pelajar Pancasila adalah dimensi berkebhinekaan global. Ini menggarisbawahi pentingnya menjaga budaya luhur, lokalitas, dan identitas sambil tetap terbuka terhadap interaksi dengan budaya lain. Praktik ini bertujuan untuk memperkuat rasa saling menghargai dan menggali potensi terbentuknya budaya baru yang harmonis dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Elemen-elemen kunci dari berkebinekaan global meliputi pengenalan dan penghargaan terhadap budaya, kemampuan komunikasi interkultural, serta refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan.

Berkebinekaan Global dalam Profil Pelajar Pancasila

a. Mengenal dan Menghargai Budaya

Pelajar Pancasila diajak untuk mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai kelompok budaya. Mereka tidak hanya memahami perbedaan dalam perilaku, jenis kelamin, dan cara berkomunikasi, tetapi juga menganalisis pembentukan identitas individu dan kelompok dalam skala lokal, regional, nasional, dan global.

b. Komunikasi dan Interaksi Antar Budaya

Dalam konteks ini, penting bagi Pelajar Pancasila untuk mampu berkomunikasi secara setara dengan budaya lain. Mereka memperhatikan, memahami, dan menghargai keberagaman budaya sebagai kekayaan perspektif. Melalui interaksi ini, terbangun kesalingpahaman dan empati yang memperkuat hubungan antarindividu dan kelompok.

c. Refleksi dan Tanggung Jawab terhadap Pengalaman Kebhinekaan

Pelajar Pancasila secara reflektif menggunakan kesadaran dan pengalaman kebhinekaan untuk menghindari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda. Mereka belajar dari keragaman budaya dan memperoleh pengalaman langsung dalam kehidupan multikultural. Hal ini mendorong mereka untuk menyelaraskan perbedaan budaya demi menciptakan kehidupan yang setara dan harmonis.

d. Berkeadilan Sosial

Pelajar Pancasila tidak hanya peduli terhadap keberagaman budaya, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam mewujudkan keadilan sosial. Mereka memanfaatkan potensi diri untuk memperkuat demokrasi dan membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun global.

3. Dimensi Bergotong Royong

Bergotong royong merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter Pelajar Indonesia. Ini mencakup kemampuan untuk berkolaborasi, peduli terhadap sesama, dan berbagi dalam menjalani kehidupan bersama.

Gotong Royong dalam Profil Pelajar Pancasila

a. Kolaborasi

Pelajar Pancasila didorong untuk berkolaborasi dengan orang lain dengan rasa senang dan sikap positif. Mereka memiliki keterampilan dalam bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik, mempertimbangkan keragaman latar belakang individu dalam kelompok. 

Kemampuan berkomunikasi mereka membantu dalam merumuskan, menelaah, dan mengevaluasi tujuan bersama secara efektif. Mereka juga menyadari pentingnya saling ketergantungan yang positif dan memberikan kontribusi maksimal untuk mencapai tujuan bersama.

b. Kepedulian

Pelajar Pancasila menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan fisik dan sosial serta bertindak proaktif untuk memperbaikinya. Mereka memiliki empati terhadap kondisi orang lain dan memahami perspektif mereka, menjalin hubungan yang baik dengan berbagai budaya. Kemampuan mereka dalam memahami dan menghargai lingkungan sosial membantu menciptakan situasi yang memenuhi kebutuhan semua pihak.

c. Berbagi

Kemampuan berbagi Pelajar Pancasila mencakup memberi dan menerima hal-hal penting untuk kehidupan pribadi dan bersama. Mereka mampu menggunakan sumber daya dan ruang secara sehat dalam kehidupan bersama, serta mau memberi dan menerima hal yang dianggap berharga. Mereka juga aktif memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, baik di lingkungan sekitar maupun di masyarakat secara lebih luas.

4. Dimensi Mandiri

Mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila

Kemandirian merupakan karakteristik utama yang ditanamkan dalam Pelajar Pancasila. Mereka dituntut untuk bertanggung jawab atas proses dan hasil pembelajaran mereka. Dimensi ini terdiri dari pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, serta regulasi diri.

a. Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi

Pelajar Pancasila yang mandiri secara terus-menerus merefleksikan kondisi diri dan situasi yang dihadapi. Mereka mengakui kelebihan dan keterbatasan mereka, serta memahami tuntutan perkembangan yang dihadapi.

Dengan pemahaman ini, mereka dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan diri yang sesuai, menetapkan tujuan yang tepat, memilih strategi yang sesuai, dan mengantisipasi hambatan yang mungkin terjadi.

b. Regulasi diri

Pelajar Pancasila yang mandiri memiliki kemampuan mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku mereka sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pengembangan diri. Mereka mampu menetapkan tujuan yang jelas, merencanakan strategi yang tepat, dan mengevaluasi kemampuan serta situasi yang dihadapi. 

Mereka juga dapat mengendalikan aktivitas pengembangan diri mereka sendiri, serta tetap semangat dan tekun dalam mencapai tujuan mereka. Ketika menghadapi hambatan, mereka tidak mudah menyerah dan selalu mencari solusi yang lebih baik untuk mencapai keberhasilan. Dengan demikian, dimensi mandiri menjadi pondasi bagi Pelajar Pancasila untuk berkembang secara optimal dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri.

5. Dimensi Bernalar Kritis

Bernalar Kritis dalam Profil Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila yang mampu bernalar kritis memiliki kemampuan untuk secara objektif memproses informasi, baik kualitatif maupun kuantitatif. Mereka mampu membangun keterkaitan antara berbagai informasi, melakukan analisis, evaluasi, dan menyimpulkan informasi dengan tepat. 

Dimensi ini terdiri dari tiga elemen utama: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta merefleksi pemikiran dan proses berpikir dalam pengambilan keputusan.

a. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Pelajar Pancasila aktif dalam memproses gagasan dan informasi dari berbagai sumber. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan mampu mengidentifikasi serta mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh. Mereka juga memiliki kemampuan untuk membedakan antara isi informasi atau gagasan dari penyampainya. 

Dengan sikap terbuka ini, mereka mampu mengumpulkan data atau fakta yang dapat menggugurkan opini atau keyakinan pribadi mereka, dan dengan demikian dapat membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan informasi yang relevan.

b. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Pelajar Pancasila menggunakan nalar mereka secara konsisten dalam mengambil keputusan dan tindakan. Mereka mampu menganalisis serta mengevaluasi gagasan dan informasi yang mereka terima dengan kaidah sains dan logika. 

Mereka dapat menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan, serta dapat membuktikan penalaran mereka dengan berbagai argumen yang kuat.

c. Merefleksi dan mengevaluasi pemikiran sendiri 

Pelajar Pancasila tidak hanya mampu merespons informasi dari luar, tetapi juga mampu melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pemikiran mereka sendiri. 

Mereka menyadari proses berpikir mereka dan kemungkinan keterbatasan daya pikir. Dengan demikian, mereka terbuka terhadap perbaikan dan pengembangan diri melalui refleksi, perbaikan strategi, dan uji coba alternatif solusi. 

Mereka juga memiliki kemauan untuk mengubah opini atau keyakinan pribadi mereka jika bertentangan dengan bukti yang ada. Dengan demikian, dimensi bernalar kritis menjadi pondasi bagi pengembangan intelektual dan pengambilan keputusan yang rasional bagi Pelajar Pancasila.

6. Dimensi Kreatif

Kreatif dalam Profil Pelajar Pancasila

Pelajar yang memiliki dimensi kreatif mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Dimensi ini mencakup kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang orisinal, menciptakan karya dan tindakan yang orisinal, serta memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan.

a. Menghasilkan gagasan yang orisinal

Kreativitas Pelajar Pancasila tercermin dalam kemampuannya menghasilkan gagasan yang orisinal. Gagasan-gagasan ini bisa bermula dari ekspresi pikiran sederhana hingga konsepsi yang kompleks. Proses berkembangnya ide-ide ini dipengaruhi oleh emosi, pengalaman, dan pengetahuan yang diperoleh selama hidupnya. 

Pelajar kreatif mampu berpikir secara kreatif dengan mengklarifikasi, mempertanyakan, dan menghubungkan gagasan-gagasan, serta menerapkan ide-ide baru dalam konteks yang relevan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

b. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Pelajar kreatif tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam karya dan tindakan yang orisinal. 

Mereka menciptakan representasi kompleks dalam bentuk gambar, desain, karya digital, dan sebagainya, didorong oleh minat pribadi, emosi, dan pertimbangan terhadap dampak lingkungan sekitar. Mereka juga memiliki keberanian untuk mengambil risiko dalam berekspresi dan bertindak.

c. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

Pelajar kreatif memiliki kemampuan untuk berpikir secara fleksibel ketika mencari solusi permasalahan. Mereka dapat mengeksplorasi berbagai alternatif dan memilih pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi. 

Mereka juga tidak ragu untuk mencari solusi alternatif jika pendekatan awal tidak berhasil, dan bersedia untuk bereksperimen dengan berbagai pilihan kreatif dalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi.

Penerapan Profil Pelajar Pancasila di Lingkungan Satuan Pendidikan

Profil Pelajar Pancasila tidak hanya menjadi semacam dokumen formal, melainkan sebuah panduan yang hidup dan terwujud dalam setiap aspek kehidupan di lingkungan satuan pendidikan. Penerapan profil tersebut mencakup beberapa aspek utama, yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

1. Budaya Satuan Pendidikan

Sebagai pondasi utama, budaya satuan pendidikan menjadi tempat dimana keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila diimplementasikan secara nyata. Hal ini tercermin dalam iklim sekolah yang tercipta, kebijakan yang diterapkan, pola interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa, serta norma yang berlaku di lingkungan sekolah.

2. Pembelajaran Intrakurikuler

Dalam pembelajaran intrakurikuler, Profil Pelajar Pancasila menjadi landasan yang mengarahkan proses pembelajaran. Capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta materi atau topik pembelajaran telah disusun dengan mempertimbangkan keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, setiap mata pelajaran menjadi wahana untuk membentuk karakter Pelajar Pancasila.

3. Pembelajaran Kokurikuler  

Pembelajaran kokurikuler, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan di luar ruang kelas. 

Dimensi Profil Pelajar Pancasila dipilih sebagai fokus tujuan kegiatan, yang kemudian menjadi dasar dalam pelaksanaan penilaian proyek. Hal ini memberikan pengalaman langsung bagi siswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

4. Pembelajaran Ekstrakurikuler

Dalam pembelajaran ekstrakurikuler, dimensi Profil Pelajar Pancasila diintegrasikan ke dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, siswa diajak untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks yang lebih luas dan beragam, sehingga memperkuat karakter dan kepribadian mereka secara holistik.

Penerapan Profil Pelajar Pancasila di lingkungan satuan pendidikan bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui integrasi yang holistik dalam setiap aspek kegiatan di sekolah, diharapkan tercipta lingkungan yang mendukung perkembangan Profil Pelajar Pancasila yang berkualitas.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."