Blogger Jateng

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Berikut Penjelasannya!

Nyero.ID - Kurikulum Merdeka Belajar merupakan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan yang diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Nadiem Anwar Makarim, bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang bahagia dan menyenangkan. 

Awalnya dikenal sebagai Kurikulum Penggerak, kemudian berganti nama menjadi Kurikulum Prototipe, hingga akhirnya menjadi yang dikenal saat ini sebagai Kurikulum Merdeka. Konsep ini mendorong agar guru, peserta didik, dan orang tua merasakan kebahagiaan dalam proses belajar mengajar. Esensi dari Merdeka Belajar adalah bahwa proses pendidikan seharusnya menciptakan suasana yang membahagiakan.

Dalam pengembangan kurikulum, aspek filosofis, konteks masyarakat, dan tujuan kurikulum menjadi sangat penting. Kurikulum diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Secara definisi, kurikulum merupakan program pembelajaran yang harus diikuti oleh siswa. Namun, pendekatan terhadap kurikulum semakin dinamis seiring waktu. Sudah seharusnya kurikulum disusun dari perspektif yang lebih mendasar agar tidak kehilangan esensi dan semangat penggeraknya.

Apa Itu Kurikulum Merdeka

Merdeka Belajar menurut Menteri Pendidikan berusaha menciptakan output pendidikan yang lebih berkualitas, di mana siswa tidak hanya mahir dalam menghafal tetapi juga memiliki kemampuan analisis, penalaran, dan pemahaman yang mendalam. 

Dalam versi Merdeka Belajar menurut Mendikbud, kurikulum harus diterapkan dengan cara yang menyenangkan dan diiringi dengan pengembangan berfikir inovatif oleh para guru, sehingga dapat meningkatkan respons positif siswa terhadap proses pembelajaran.

Merdeka Belajar merupakan sebuah gagasan yang membebaskan para guru dan siswa dalam menentukan sistem pembelajaran, dengan tujuan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Sistem pembelajaran ini juga lebih menekankan pada pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, karena selama ini pendidikan di Indonesia lebih cenderung pada pengetahuan daripada keterampilan.

Merdeka Belajar juga merupakan upaya untuk merekonstruksi sistem pendidikan guna menyongsong perubahan dan kemajuan bangsa yang sesuai dengan perkembangan zaman. Esensinya adalah mengembalikan pendidikan pada tujuannya yang sebenarnya, yaitu memanusiakan manusia dan membebaskan mereka.

Dalam konsep Merdeka Belajar, guru dan peserta didik sama-sama menjadi subyek dalam sistem pembelajaran. Guru bukanlah satu-satunya sumber pengetahuan bagi peserta didik, melainkan mereka berkolaborasi untuk mencari kebenaran. Internet dan teknologi menjadi momentum penting dalam menciptakan kemerdekaan belajar, dengan meretas sistem pendidikan yang kaku dan tidak membebaskan. Kebebasan untuk berinovasi, belajar mandiri, dan berkreasi dapat dilakukan oleh unit pendidikan, guru, dan siswa.

Kesiapan orang tua peserta didik dalam menerima perubahan dalam pembelajaran juga sangat penting. Mereka perlu memahami bahwa selain nilai pengetahuan yang baik, anak-anak juga perlu memiliki keterampilan yang mumpuni. Antara nilai pengetahuan dan keterampilan tidak bisa dipisahkan, karena keduanya merupakan bagian integral dari proses pendidikan.

Merdeka Belajar bermakna memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan bebas, nyaman, dan tanpa tekanan, dengan memperhatikan bakat alami yang mereka miliki. Tidak memaksakan mereka untuk mempelajari hal di luar minat dan kemampuan mereka. Setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya.

Apa Itu Kurikulum Merdeka?

Kurikulum, secara etimologis, berasal dari bahasa Yunani, yaitu "curir" yang berarti pelari, serta "curare" yang memiliki arti tempat pacuan. Dalam konteks pendidikan, kurikulum mengacu pada seperangkat rencana pembelajaran yang mencakup alat pembelajaran dan materi pelajaran yang harus dijalani oleh siswa dan guru dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. 

Tujuan utama pendidikan adalah menciptakan peserta didik yang memiliki kepribadian unggul, bermoral mulia, berpikir kritis, mandiri, dan bertanggung jawab. Kurikulum Merdeka Belajar, yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, bertujuan untuk menghilangkan keterbatasan dan memperbaiki kurikulum sebelumnya. Konsep ini menekankan proses pembelajaran yang bebas dari tekanan, baik bagi guru maupun siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, guru diberi kebebasan dalam memilih media dan alat pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa, namun tetap harus relevan dengan materi yang diajarkan. Fokus utama dari pendekatan ini adalah memberikan kepercayaan kepada guru dan siswa untuk merasa nyaman, santai, mandiri, kreatif, dan berpikir kritis dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya didorong untuk mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan mengungkapkan pendapat serta ide-ide mereka.

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk mengembalikan esensi pendidikan yang memberikan kebebasan belajar kepada semua pihak di sekolah, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam undang-undang. Selain itu, ada juga pemahaman bahwa kurikulum tidak hanya mencakup aktivitas yang dijadwalkan, tetapi juga mempertimbangkan permasalahan yang mungkin terjadi di sekolah.

Kurikulum Merdeka adalah model pembelajaran yang beragam dan lebih menekankan pada penguatan aktivitas siswa di dalam kelas, dengan memberikan lebih banyak waktu untuk pengembangan kompetensi mereka. Proses pembelajaran didasarkan pada proyek, di mana peran guru sangat penting dalam memilih media dan alat pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Pemerintah telah menetapkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini akan membantu memperkuat profil Pancasila.

Kurikulum Merdeka merupakan kelanjutan dari kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013 atau yang biasa dikenal sebagai Kurtilas. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dilakukan secara bertahap melalui program-program tertentu, dengan tujuan akhirnya adalah menerapkannya di semua lembaga pendidikan di Indonesia.

Salah satu aspek penting dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam proses pembelajaran, tanpa adanya paksaan atau batasan yang membatasi kreativitas. Sistem pembelajaran dirancang agar siswa merasa nyaman dan tidak bosan dengan model pembelajaran yang monoton di dalam kelas. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang damai dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat, termasuk guru, siswa, dan orang tua.

Dengan adanya Kurikulum Merdeka, diharapkan dapat meningkatkan minat dan bakat siswa serta mengatasi beberapa permasalahan yang ada dalam sistem pendidikan saat ini, seperti penilaian yang hanya berbasis pengetahuan tanpa memperhatikan kompetensi dan bakat siswa. Kurikulum Merdeka juga menjadi dukungan dari pemerintah dalam menjawab tantangan pendidikan yang ada di Indonesia.

Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka memberikan warna baru dalam dunia pendidikan Indonesia dengan menekankan pada kebebasan belajar dan pengembangan potensi siswa secara individual sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Dalam era kemajuan teknologi, pendidikan yang baik adalah yang mampu menghasilkan siswa yang memiliki pola pikir, sikap, dan karakter yang baik, sesuai dengan tuntutan zaman.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."