Blogger Jateng

Daftar Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SD, SMP & SMA

Nyero.ID - Pendidikan merupakan pondasi utama bagi pembangunan masa depan yang berkualitas bagi setiap individu. Dalam upaya memastikan bahwa setiap anak mampu mencapai potensi maksimal mereka, Kurikulum Merdeka Belajar menjadi terobosan revolusioner dalam sistem pendidikan Indonesia.  

Di tingkat SD, Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk membentuk landasan yang kuat bagi pembelajaran seumur hidup. Fokusnya bukan hanya pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial. 

Materi pembelajaran disusun dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan, memungkinkan siswa untuk belajar melalui berbagai metode seperti permainan, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Hal ini tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan kritis seperti pemecahan masalah dan kreativitas. 

Saat mencapai tingkat SMP, Kurikulum Merdeka Belajar terus mendorong pendekatan yang berpusat pada siswa. Selain memperdalam pengetahuan dalam mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA, siswa juga didorong untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka melalui mata pelajaran pilihan. 

Daftar Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SD, SMP & SMA

Setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi unik mereka, baik itu dalam bidang seni, olahraga, teknologi, atau bidang lainnya. Selain itu, pendekatan praktis dalam pembelajaran di SMP mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata dengan percaya diri dan kemandirian. 

Di SMA, Kurikulum Merdeka Belajar menawarkan beragam program studi yang disesuaikan dengan minat dan aspirasi siswa. Selain mata pelajaran inti yang tetap menjadi fokus, seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam, siswa juga memiliki kesempatan untuk memilih mata pelajaran elektif yang sesuai dengan jalur karir yang mereka inginkan. 

Ini membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dalam bidang tertentu dan mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau langsung memasuki dunia kerja. 

Selain itu, pengenalan prinsip-prinsip kewirausahaan dan keterampilan soft skills juga menjadi bagian integral dari Kurikulum Merdeka Belajar di SMA, mempersiapkan siswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang berinovasi dan berdaya saing.

Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SD

Kurikulum Merdeka untuk Sekolah Dasar (SD) telah diatur melalui Surat Keputusan Mendikbudristek No. 56 Tahun 2022 yang memberikan pedoman dalam penerapan kurikulum guna memulihkan proses pembelajaran. 

SK Menteri tersebut merangkum struktur kurikulum Merdeka dari tingkat PAUD, pendidikan dasar dan menengah, SLB, hingga kurikulum kesetaraan (paket A, B, dan C). Namun, perhatian tertuju pada mata pelajaran SD dalam kurikulum Merdeka.

Mulai Februari 2022, Kurikulum Merdeka resmi menjadi landasan pendidikan di Indonesia, mencakup seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA. Pendekatan Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan konten yang lebih optimal. 

Hal ini memberikan siswa waktu yang memadai untuk memahami materi dan memperkuat kompetensi mereka. Guru juga mendapat keleluasaan lebih dalam memilih perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa.

Selain reformasi dalam sistem pembelajaran, Kurikulum Merdeka juga membawa perubahan dalam struktur mata pelajaran. Sekarang, mari kita telaah mata pelajaran yang ada dalam Kurikulum Merdeka untuk SD.

Struktur Kurikulum SD Kelas 1

Kurikulum Merdeka untuk kelas 1 SD termasuk dalam fase A. Di kelas ini, beban belajar diasumsikan selama 1 tahun dengan 36 minggu, dan alokasi waktu untuk satu jam pelajaran (JP) adalah 35 menit. Mata pelajaran yang diajarkan meliputi:

  • Mata Pelajaran Wajib: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Seni dan Budaya.
  • Mata Pelajaran Pilihan: Bahasa Inggris, Muatan Lokal (Mulok), serta Mata Pelajaran lain yang disediakan oleh satuan pendidikan.

Struktur Kurikulum SD Kelas 2

Kelas 2 SD dalam Kurikulum Merdeka memiliki kesamaan struktur dengan kelas 1, dengan penambahan alokasi waktu untuk dua mata pelajaran, yaitu:

  • Bahasa Indonesia menjadi 252 (7) JP, dari sebelumnya 216 (6) JP di kelas 1.
  • Matematika menjadi 180 (5) JP, dari sebelumnya 144 (4) JP di kelas 1.

Total alokasi waktu Pembelajaran Intrakurikuler bertambah menjadi 900 (25) JP, dari sebelumnya 828 (23) JP di kelas 1.

Struktur Kurikulum SD Kelas 3, 4, dan 5

Struktur kurikulum untuk kelas 3, 4, dan 5 memiliki alokasi waktu yang serupa di setiap mata pelajaran. Meskipun kelas 5 berada dalam fase C yang berbeda dengan kelas 3 dan 4 (Fase B), secara umum, strukturnya serupa dengan kelas 1 dan 2. Beberapa perbedaannya termasuk:

  • Bahasa Indonesia memiliki alokasi waktu yang sama dengan kelas 1 SD, yaitu 216 (6) JP.
  • Matematika memiliki alokasi waktu yang sama dengan kelas 2, yaitu 180 (5) JP.
  • Alokasi waktu untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila di mata pelajaran Bahasa Indonesia berkurang menjadi 36 JP, dari sebelumnya 72 JP di kelas 1 dan 2.
  • Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi mata pelajaran wajib tambahan yang tidak ada di kelas 1 dan 2, dengan alokasi waktu 180 (5) JP untuk Pembelajaran Intrakurikuler dan 36 JP untuk projek penguatan 3P.
  • Total alokasi waktu menjadi 1044 (29) JP untuk Pembelajaran Intrakurikuler dan 252 JP untuk 5P, dengan total keseluruhan 1296 JP per tahun.

Struktur Kurikulum SD Kelas 6

Struktur kurikulum untuk kelas 6 SD mengalami pengurangan alokasi waktu pada beberapa mata pelajaran, sehingga memengaruhi total alokasi waktu dalam setahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah minggu dalam setahun yang diasumsikan menjadi 32 minggu. 

Meskipun secara total jumlahnya masih lebih tinggi dari kelas 1 dan 2, namun lebih rendah dibandingkan kelas 3, 4, dan 5. Mata pelajaran yang diajarkan meliputi:

  1. Pendidikan Agama Islam (Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu) dan Budi Pekerti
  2. Pendidikan Pancasila, 
  3. Bahasa Indonesia, 
  4. Matematika, 
  5. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), 
  6. PJOK, 
  7. Seni dan Budaya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari), 
  8. Bahasa Inggris, 
  9. Muatan Lokal.

Demikianlah struktur mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka untuk SD, yang memperkuat pendidikan dasar di Indonesia dengan menekankan pembelajaran yang beragam dan lebih optimal bagi perkembangan siswa.

Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMP

Kurikulum Merdeka Belajar menghadirkan sejumlah perubahan signifikan dalam struktur pembelajaran, terutama pada jenjang SMP. Salah satu perbedaan mencoloknya terletak pada struktur kurikulumnya, yang membagi setiap jenjang pendidikan ke dalam beberapa fase. 

Di tingkat SMP, Kurikulum Merdeka Belajar dikelompokkan dalam fase D untuk kelas VII, VIII, dan IX, dengan fokus pada dua jenis kegiatan pembelajaran: pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler.

Pembelajaran intrakurikuler adalah pembelajaran tatap muka yang terjadwal, mengikuti muatan pelajaran terstruktur yang wajib diikuti oleh semua siswa di kelas. Sementara itu, pembelajaran kokurikuler adalah pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila, dengan alokasi waktu 25% dari total jam pelajaran per tahun. 

Fleksibilitas menjadi kunci dalam pelaksanaan pembelajaran kokurikuler, baik dari segi muatan maupun waktu pelaksanaannya. Muatan pembelajaran kokurikuler harus mencerminkan pencapaian Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan fase perkembangan siswa, tanpa terkait langsung dengan capaian pembelajaran di mata pelajaran lainnya. 

Waktu pelaksanaannya dapat dihitung dengan menggabungkan alokasi jam pelajaran proyek dari semua mata pelajaran, dengan setiap proyek memiliki total waktu yang berbeda-beda.

Sementara itu, dalam struktur mata pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMP, terdapat beberapa perubahan yang menonjol. Pertama, mata pelajaran Informatika menjadi wajib bagi seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX.

Guru mata pelajaran ini tidak harus berasal dari latar belakang pendidikan yang sama (linier dengan jurusan TIK), karena masih kurangannya lulusan dari jurusan ini. Namun, telah disediakan buku khusus sebagai panduan pengajaran dalam pelajaran informatiika.

Kemudian, mata pelajaran Seni dan Prakarya diintegrasikan secara bersamaan. Sekolah wajib menyediakan minimal satu jenis seni atau prakarya, seperti Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya. Siswa kelas VIII dan IX harus memilih minimal satu jenis mata pelajaran Seni atau Prakarya, sementara siswa kelas VII dapat memilih minimal dua jenis.

Selain itu, untuk mata pelajaran muatan lokal, sekolah diberikan kewenangan untuk mengembangkannya sesuai dengan karakter dan potensi siswa. Penilaian hasil belajar siswa dilakukan melalui asesmen formatif, mengacu pada ketercapaian tujuan pembelajaran. 

Dengan demikian, Kurikulum Merdeka Belajar SMP tidak hanya memperkenalkan struktur pembelajaran yang inovatif, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan minat dan potensi mereka sesuai dengan perkembangan zaman.

Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMA

Kurikulum Merdeka Belajar pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) membawa perubahan signifikan dalam struktur pembelajaran. Struktur Kurikulum Merdeka untuk SMA terbagi menjadi dua fase, yaitu fase E untuk kelas X dan fase F untuk kelas XI dan XII. 

Kegiatan pembelajaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan alokasi waktu 30% dari total jam pelajaran per tahun.

Struktur Kurikulum Kelas X (Fase E)

Sebelumnya, mata pelajaran IPA terbagi menjadi Fisika, Kimia, dan Biologi, begitu juga dengan IPS. Namun, dalam Kurikulum Merdeka, kedua mata pelajaran tersebut tidak lagi dipisahkan secara spesifik. Meskipun demikian, pemerintah memberikan kebebasan pada sekolah untuk menentukan pendekatan yang sesuai dalam pengorganisasian mata pelajaran tersebut. 

Pendekatan yang dapat dipilih oleh sekolah antara lain mengintegrasikan muatan mata pelajaran IPA dan IPS, mengajarkan muatan mata pelajaran IPA dan IPS secara bergantian dalam blok waktu terpisah, atau mengajarkannya secara paralel dengan jam pelajaran terpisah.

Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII (Fase F)

Pada fase F untuk kelas XI dan XII, struktur mata pelajaran dibagi menjadi lima kelompok utama:

  1. Kelompok Mata Pelajaran Umum: Wajib diikuti oleh semua siswa SMA.
  2. Kelompok Mata Pelajaran MIPA: Terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Informatika. Setiap sekolah wajib menyediakan minimal tiga mata pelajaran dalam kelompok ini.
  3. Kelompok Mata Pelajaran IPS: Terdiri dari Ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Antropologi. Setiap sekolah wajib menyediakan minimal tiga mata pelajaran dalam kelompok ini.
  4. Kelompok Mata Pelajaran Bahasa dan Budaya: Bersifat pilihan, tergantung ketersediaan SDM di sekolah.
  5. Kelompok Vokasi dan Prakarya: Juga bersifat pilihan, tergantung ketersediaan SDM di sekolah.

Perubahan signifikan terlihat dari sistem peminatan pada kurikulum sebelumnya ke Kurikulum Merdeka. Siswa kelas X wajib mempelajari semua mata pelajaran yang disediakan oleh sekolah, sementara kelas XI dan XII memiliki pilihan mata pelajaran sesuai minat dan bakat.

Ada lima kelompok mata pelajaran pilihan yang direkomendasikan, yaitu MIPA, IPS, Bahasa dan Budaya, Vokasi/Karya Kreatif, dan Seni dan Olahraga (untuk sekolah-sekolah tertentu). Dalam pemilihan mata pelajaran pilihan ini, siswa harus berdiskusi dengan guru BK untuk mempertimbangkan rencana karir mereka setelah SMA.

Kemungkinan pergantian mata pelajaran pilihan di semester 2 kelas XI memang terbuka, mengingat banyaknya pilihan di luar sana. Namun, keputusan ini harus didasarkan pada penilaian ulang sekolah terhadap minat, bakat, dan kemampuan siswa, serta kesiapan mereka menghadapi masa depan setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas.

Melalui Kurikulum Merdeka Belajar, pendidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA menjadi lebih dari sekadar proses pengajaran, tetapi juga merupakan perjalanan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi setiap siswa. 

Baca Juga:

Dengan fokus pada pengembangan potensi secara holistik, Kurikulum Merdeka Belajar membuka pintu menuju masa depan yang cerah, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. 
Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."