Blogger Jateng

Setelah Mengenal Perubahan Utama Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, Hal Apa yang Paling Membuat Ibu dan Bapak Guru Bersemangat? Mengapa?

Nyero.ID - Di bawah ini, kami telah menyiapkan ide dan alternatif jawaban atas pertanyaan "Setelah mengenal perubahan utama pembelajaran pada kurikulum merdeka, hal apa yang paling membuat ibu dan bapak guru bersemangat? mengapa?". Pertanyaan ini terdapat dalam modul Plaform Merdeka Mengajar. 

Dalam era dinamis dan berubah dengan cepat saat ini, pendidikan memainkan peran kunci dalam mempersiapkan generasi masa depan untuk menghadapi tantangan yang ada. Dalam konteks ini, Kurikulum Merdeka muncul sebagai terobosan yang revolusioner dan progresif dalam mengarahkan proses pembelajaran. 

Menggabungkan prinsip-prinsip inklusivitas, fleksibilitas, dan responsivitas, Kurikulum Merdeka menawarkan landasan baru bagi praktik pendidikan yang berkualitas. Mari kita telusuri karakteristik utamanya yang menjadikannya landasan yang kuat untuk pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan.

Setelah Mengenal Perubahan Utama Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, Hal Apa yang Paling Membuat Ibu dan Bapak Guru Bersemangat? Mengapa?

1. Inklusif dan Diversitatif

Kurikulum Merdeka menekankan inklusivitas, memastikan bahwa setiap siswa diberikan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa memandang latar belakang, kemampuan, atau kebutuhan mereka. Ini mempromosikan pendekatan pembelajaran yang memperhitungkan keragaman dalam gaya belajar, minat, dan kebutuhan siswa, sehingga memungkinkan pengalaman pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi setiap individu.

2. Fleksibilitas yang Luwes

Fleksibilitas adalah salah satu pilar penting dalam Kurikulum Merdeka. Guru diberikan kebebasan untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta kondisi lingkungan lokal. Ini memungkinkan penyesuaian kurikulum, metode pengajaran, dan penilaian untuk memastikan pengalaman belajar yang sesuai dan efektif bagi semua peserta didik.

3. Relevansi dan Kontekstual

Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya fokus pada pemberian pengetahuan, tetapi juga menekankan relevansi dan kontekstualisasi materi. Guru diharapkan untuk mengaitkan konsep-konsep yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari siswa, konteks sosial, budaya, dan lingkungan. Hal ini membantu siswa untuk memahami keterkaitan antara apa yang dipelajari di kelas dengan dunia nyata, meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka terhadap materi.

4. Kolaboratif dan Interaktif

Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif, di mana siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Melalui diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan aktivitas interaktif lainnya, siswa memiliki kesempatan untuk berbagi ide, berkolaborasi dengan teman sebaya, dan membangun pemahaman yang mendalam atas materi pelajaran.

5. Berbasis Keterampilan Abad ke-21

Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21. Ini termasuk keterampilan seperti kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, dan pemecahan masalah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pembelajar yang kompeten secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tuntutan dunia yang terus berkembang.

Dengan karakteristik-karakteristik yang dinamis dan progresif ini, Kurikulum Merdeka menawarkan landasan yang kokoh bagi praktik pendidikan yang inovatif dan berorientasi pada siswa. Dalam menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, kita dapat membuka pintu menuju pembelajaran yang bermakna, inklusif, dan relevan bagi semua peserta didik, membantu mereka mengembangkan potensi mereka sepenuhnya dan menjadi pembelajar seumur hidup yang tangguh.

Soal 

Setelah mengenal perubahan utama pembelajaran pada kurikulum merdeka, hal apa yang paling membuat ibu dan bapak guru bersemangat? mengapa?

Jawaban

Berikut beberapa ide dan alternatif jawaban untuk menjawab pertanyaan "Setelah mengenal perubahan utama pembelajaran pada kurikulum merdeka, hal apa yang paling membuat ibu dan bapak guru bersemangat? mengapa?" 

1. Fleksibilitas dalam Pembelajaran

Kurikulum merdeka memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Guru memiliki kebebasan yang lebih besar untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan minat siswa mereka. Ini memungkinkan mereka untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa.

2. Penekanan pada Keterampilan Abad ke-21

Kurikulum merdeka cenderung memberikan penekanan yang lebih besar pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti keterampilan kolaborasi, kreativitas, kritis, dan komunikasi. Ini membuat guru merasa terdorong karena mereka dapat membantu siswa untuk berkembang tidak hanya secara akademis, tetapi juga secara holistik dalam persiapan untuk masa depan yang kompleks.

3. Penekanan pada Pembelajaran Berbasis Proyek

Kurikulum merdeka mendorong pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa terlibat dalam proyek-proyek yang mendalam dan bermakna yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang materi pelajaran dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks nyata. Ini memberikan guru kesempatan untuk mengembangkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.

4. Pengurangan Beban Kurikulum

Beberapa kurikulum sebelumnya mungkin terlalu padat dan membebani guru dengan materi yang harus disampaikan dalam waktu yang terbatas. Dengan kurikulum merdeka, ada upaya untuk mengurangi beban kurikulum dan fokus pada pemahaman yang lebih mendalam atas materi yang diajarkan. Ini membuat guru merasa lebih puas karena mereka dapat fokus pada kualitas pembelajaran daripada kuantitas.

5. Dinamis dan Responsif

Pembelajaran dalam kurikulum merdeka ditujukan untuk menjadi lebih dinamis dan responsif terhadap kondisi lingkungan. Ini berarti bahwa proses pembelajaran tidak lagi bersifat statis atau terpaku pada satu metode atau kurikulum tunggal. Sebaliknya, guru diharapkan untuk merespons kebutuhan dan konteks lokal siswa serta kondisi lingkungan yang berubah-ubah. 

Hal ini memungkinkan guru untuk memperkenalkan materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, termasuk isu-isu sosial, budaya, atau lingkungan yang ada di sekitar mereka. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual bagi siswa, karena mereka dapat melihat keterkaitan antara apa yang dipelajari di kelas dengan dunia nyata di sekitar mereka.

6. Fleksibilitas dalam Pembelajaran

Fleksibilitas dalam pembelajaran adalah salah satu ciri khas dari kurikulum merdeka. Ini mengacu pada kemampuan guru untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran mereka sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu siswa. Fleksibilitas ini mencakup berbagai hal, mulai dari pemilihan metode pengajaran, penyesuaian kurikulum, hingga penilaian dan umpan balik.  

Dengan adanya fleksibilitas, guru dapat mengakomodasi gaya belajar yang berbeda, minat, dan tingkat keterampilan siswa. Hal ini memungkinkan pembelajaran menjadi lebih inklusif dan berorientasi pada siswa, dengan menempatkan perhatian pada kemajuan dan perkembangan individu masing-masing.

7. Disesuaikan dengan Gaya Belajar Peserta Didik

Pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik merupakan pendekatan yang menempatkan perhatian pada perbedaan individu dalam cara mereka belajar dan memahami informasi. Ini berarti bahwa guru mengenali bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang unik, seperti visual, auditorial, atau kinestetik, dan mereka berusaha untuk menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai cara yang sesuai dengan preferensi belajar masing-masing siswa. 

Baca Juga:

Dengan demikian, guru dapat menggunakan berbagai teknik pengajaran, seperti visualisasi, cerita, diskusi kelompok, atau demonstrasi praktis, untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang sama terhadap materi pembelajaran dan memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil dalam pembelajaran.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."