Apa Itu Refleksi? Materi Refleksi Diri PMM Modul I

Daftar Isi

Nyero.ID - Artikel di bawah ini merupakan rangkuman materi refleksi diri Plaform Merdeka Mengajar (PMM) Modul 1 sub pembahasan "Apa itu Refleksi"

Refleksi merupakan konsep yang sering menghiasi dunia pendidikan. Namun, seberapa dalam kita memahami esensi dari refleksi itu sendiri? 

Apakah refleksi sejalan dengan evaluasi, dan bagaimana keterkaitannya dengan langkah-langkah tindak lanjut? 

Lebih jauh lagi, mengapa proses refleksi memiliki peran begitu penting?

Refleksi adalah langkah evaluatif yang terus-menerus dilakukan oleh pendidik untuk memeriksa dan mengevaluasi dirinya sendiri, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dalam praktik mengajar. Namun, meskipun esensial, refleksi seringkali menjadi tantangan bagi pendidik. 

Apa itu refleksi diri

Lalu, mengapa proses ini menjadi begitu vital bagi mereka? Apa saja manfaat yang diperoleh dalam pengembangan diri pendidik dan peningkatan kualitas pembelajaran?

A. Pengembangan Pendidik Melalui Refleksi Diri

Refleksi bukan sekadar langkah refleksif, melainkan inti dari pengembangan diri seorang pendidik.

Proses ini membantu mereka memelihara rasa ingin tahu dalam pembelajaran pribadi dan mengasah keterampilan inkuiri yang merangsang perubahan dan peningkatan berkelanjutan dalam praktik mengajar. 

Saat pendidik berhadapan dengan perubahan kurikulum atau strategi pembelajaran baru, refleksi membantu mereka menyesuaikan pola pikir. 

Ini memungkinkan mereka untuk secara kritis menganalisis informasi baru dan mengukur efektivitasnya dalam proses pembelajaran, yang pada akhirnya mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam.

Proses refleksi juga memperlihatkan keberhasilan dan kegagalan pendidik. Kegagalan dianggap penting karena menjadi landasan pembelajaran baru dan pemicu eksperimen untuk menemukan strategi yang lebih efektif. 

Di sisi lain, keberhasilan tidak dianggap sebagai kepastian, melainkan tantangan untuk terus berinovasi dan menemukan pendekatan yang dapat memberikan hasil yang konsisten.

Dengan refleksi, pendidik dapat mengevaluasi proses pembelajaran secara menyeluruh, mengidentifikasi elemen-elemen yang perlu dipertahankan, dikembangkan, atau dimodifikasi. 

Ini memberikan pandangan yang lebih luas dan pertimbangan yang lebih matang, memungkinkan mereka untuk menjadi pendidik yang lebih baik dari waktu ke waktu.

B. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Refleksi Diri

Refleksi tidak hanya membantu pendidik mengembangkan pemikiran kritis terhadap rencana pembelajaran yang telah dibuat, tetapi juga mendorong mereka untuk mencari solusi kreatif dalam mengatasi hambatan serta menciptakan inovasi dalam mengajar.

Data yang dikumpulkan melalui refleksi terhadap proses pembelajaran memungkinkan pendidik untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai rencana pembelajaran di masa mendatang.

Selain itu, hal tersebut juga dapat memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang membutuhkannya.

Refleksi mendukung pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang bertujuan memenuhi kebutuhan belajar yang beragam sesuai dengan minat, aspirasi, kemampuan, dan latar belakang siswa.

Melalui umpan balik dari siswa, pendidik dapat merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

Proses refleksi juga membantu pendidik menyelaraskan keyakinan mereka tentang proses pembelajaran dengan pengalaman nyata di kelas. 

Kadang-kadang, terdapat perbedaan antara asumsi pendidik dan kenyataan di lapangan. Dengan refleksi, pendidik dapat menemukan peluang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

C. Langkah-Langkah untuk Memulai Refleksi Diri yang Efektif

  1. Sediakan Waktu: Tentukan jadwal rutin untuk refleksi diri dan pastikan Anda tidak terburu-buru. Berikan waktu yang cukup untuk proses tersebut.
  2. Catat Hasil Refleksi: Tulislah hasil refleksi Anda dalam jurnal pribadi sebagai pengingat dan pencatatan progres yang telah dicapai.
  3. Bertukar Pikiran dengan Rekan: Diskusikan pengalaman Anda dengan rekan yang jujur dan kritis. Perspektif tambahan dari rekan dapat memperkaya proses refleksi Anda.

Jika pendidik tidak mengadopsi kebiasaan refleksi, pembelajaran hanya akan menjadi rutinitas tanpa arah yang jelas bagi kedua belah pihak, baik pendidik maupun siswa. 

Hal ini berpotensi mengurangi efektivitas pembelajaran secara keseluruhan.

D. Mengembangkan Kebiasaan Refleksi pada Peserta Didik

Kebiasaan refleksi tidak hanya penting bagi pendidik, tetapi juga perlu ditanamkan pada peserta didik. Melalui refleksi, peserta didik akan:

1. Mengungkapkan Pendapat dan Aspirasi

Refleksi memungkinkan siswa untuk menyampaikan pendapat dan harapan mereka terhadap pembelajaran, baik yang telah berlangsung maupun yang akan datang.

2. Mengembangkan Profil Diri

Proses refleksi membantu siswa mengasah keterampilan seperti tanggung jawab, kepemimpinan, empati, kreativitas, dan pemikiran kritis. 

Hal ini tidak hanya mendukung perkembangan akademis, tetapi juga aspek sosial dan emosional siswa.

3. Membangun Hubungan yang Positif

Melalui refleksi, siswa dapat berekspresi dan berpendapat tentang suasana dan sistem pembelajaran yang mereka sukai, meningkatkan partisipasi mereka dalam proses belajar, serta memperkuat relasi mereka dengan pendidik.

4. Mengembangkan High Order Thinking Skills (HOTS)

Refleksi membantu siswa mengembangkan kemampuan evaluasi mandiri terhadap tujuan belajar pribadi mereka, serta memantau perilaku dan sikap mereka dalam belajar. 

Ini meningkatkan kesadaran diri siswa dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

E. Hubungan antara Fungsi Eksekutif dan Refleksi Diri

Fungsi Eksekutif merujuk pada serangkaian proses mental yang mendukung perencanaan, pemusatan perhatian, kemampuan mengingat informasi, dan kemampuan mengatasi lebih dari satu tugas sekaligus.

Seperti pemandu lalu lintas pesawat di bandara udara, fungsi eksekutif dalam otak kita membantu mengatur proses berpikir secara sadar, termasuk dalam mencapai tujuan, menghadapi gangguan, memprioritaskan tugas, dan mengendalikan diri.

Tiga fungsi otak yang mendasari pemelajar mandiri, yaitu fleksibilitas kognitif, memori aktif, dan pembatasan diri, secara erat terhubung dengan praktik refleksi diri.

1. Fleksibilitas Kognitif

Kemampuan untuk beralih antara konsep-konsep yang berbeda sangat relevan dalam refleksi diri. 

Saat melakukan refleksi, seseorang perlu mampu mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan alternatif solusi untuk merespons berbagai situasi pembelajaran yang muncul.

2. Memori Aktif

Proses memori aktif memungkinkan seseorang untuk menyimpan dan memanfaatkan informasi sementara saat memproses pengalaman belajar. 

Dalam refleksi diri, kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk mengingat detail-detail penting dari pengalaman pembelajaran dan menerapkannya dalam analisis dan evaluasi.

3. Pembatasan Diri

Kemampuan untuk menahan impuls dan mengendalikan perilaku sangat diperlukan dalam refleksi diri.

Proses ini melibatkan kesadaran diri yang tinggi dan kemampuan untuk mengevaluasi dan mengendalikan reaksi emosional serta kecenderungan untuk mengambil keputusan secara impulsif.

Dengan melakukan refleksi diri secara teratur, seseorang dapat melatih dan meningkatkan ketiga fungsi eksekutif ini. 

Semakin terbiasa seseorang melakukan refleksi diri, semakin berkembang pula fleksibilitas kognitif, memori aktif, dan pembatasan diri mereka.

Referensi

Zelazo, P.D., Blair, C.B., & Willoughby, M.T. 2017. Executive Function: Implication for Education. NCER – IES.

Baron, I.S. 2004. Neuropsychological Evaluation of the Child. New York: Oxford University Press.

Kadir. A. 2020. Meraih Sukses dengan Fungsi Eksekutif, Pontianak: Yayasan Pendidikan Kalimantan.

Dewey.John. 1910. How We Think. D.C Heath & Co.USA. http://www.thejohnsonletters.com/blog/your-two-best-teachers/ diakses pada hari Kamis, 9 Juni 2022 pukul 08:10 WIB

https://id.theasianparent.com/refleksi-diri, diakses pada 15 Agustus 2022, pukul 22.30 WIB

https://developingchild.harvard.edu/science/key-concepts/executivefunction/

Shandomo, H. M. (2010). The role of critical reflection in teacher education. School-University Partnerships, 4(1), 101-113. https://plsclasses.com/three-benefits-of-reflective-teaching

Ibu dan Bapak Guru, apakah sudah siap untuk membiasakan diri melakukan refleksi? Praktik refleksi diri akan membantu memperkuat keterampilan fungsi eksekutif Anda serta meningkatkan efektivitas dalam mendukung pembelajaran siswa.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."