Sikap Dasar dan Lensa Refleksi: Materi Refleksi Diri PMM Modul I

Daftar Isi

Nyero.ID - Artikel di bawah ini merupakan rangkuman materi refleksi diri Plaform Merdeka Mengajar (PMM) Modul 1 sub pembahasan "Sikap Dasar dan Lensa Refleksi"

Perubahan dalam lingkungan belajar sering terjadi dengan cepat, dengan berbagai inisiatif baru yang terus-menerus diperkenalkan, sementara tugas dan aktivitas rutin terus menghadang guru. 

Namun, memberikan waktu untuk merenung merupakan investasi berharga bagi perkembangan profesional seorang pendidik.

Sikap Dasar dan Lensa Refleksi Materi Refleksi Diri PMM Modul I

Melalui proses refleksi, guru memiliki kesempatan untuk melangkah sejenak dari hiruk-pikuk sehari-hari dan memeriksa secara mendalam urutan pembelajaran yang telah berlangsung atau upaya baru yang telah diperkenalkan. 

Dalam refleksi ini, mereka dapat menilai dengan jujur apa yang telah berjalan baik dalam praktik mengajar mereka dan mengidentifikasi bidang-bidang di mana peningkatan atau penyesuaian diperlukan.

A. Atribut Refleksi Diri

Atribut Refleksi Diri adalah karakteristik atau sifat-sifat yang penting untuk dimiliki guru dalam proses refleksi diri, terutama dalam konteks praktik mengajar. 

John Dewey, seorang filsuf dan pendidik terkemuka, mengidentifikasi tiga atribut ini sebagai pendukung utama praktik refleksi seorang guru: 

1. Dilakukan dengan Sepenuh Hati 

Pendekatan ini mencakup keterlibatan emosional serta komitmen yang kuat terhadap proses refleksi.

Seorang guru yang melakukan refleksi dengan sepenuh hati akan mengalokasikan waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk merenung secara mendalam atas pengalaman mengajarnya. 

Sebagai contoh, seorang guru mungkin meluangkan waktu khusus setiap minggu untuk merenungkan pengalaman mengajarnya. 

Setelah pelajaran selesai, mereka akan meluangkan waktu beberapa menit untuk mencatat apa yang telah diajarkan, bagaimana tanggapan siswa, dan cara untuk meningkatkan pelajaran berikutnya.

2. Jujur pada Diri Sendiri

Pendekatan ini melibatkan kejujuran diri untuk mengakui kelemahan dan kesalahan dalam praktik mengajar. 

Seorang guru yang jujur pada diri sendiri tidak ragu untuk mengakui area di mana mereka perlu perbaikan. 

Sebagai contoh, seorang guru mungkin dengan terbuka mengakui bahwa mereka mungkin tidak cukup mempersiapkan materi untuk sebuah pelajaran. 

Selanjutnya, mereka akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan persiapan mereka untuk pelajaran berikutnya.

3. Bertatanggung Jawab 

Pendekatan ini mencakup pemahaman bahwa guru memiliki tanggung jawab utama terhadap pembelajaran dan perkembangan siswa mereka. 

Seorang guru yang merasa bertanggung jawab terhadap peserta didik akan selalu mempertimbangkan dampak tindakan mereka terhadap pembelajaran siswa. 

Sebagai contoh, seorang guru mungkin merenungkan cara untuk lebih efektif mendukung siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. 

Mereka mungkin menyesuaikan pendekatan pengajaran mereka atau menyediakan sumber daya tambahan untuk membantu siswa tersebut.

Melalui 3 poin di atas, seseorang guru dapat lebih efektif dalam melakukan refleksi diri terhadap praktik mengajar, yang pada gilirannya dapat mengarah pada pertumbuhan profesional yang lebih baik dan meningkatkan pengalaman pembelajaran bagi siswa.

B. Empat Lensa Refleksi

Empat Lensa Refleksi adalah kerangka kerja yang diajukan oleh Stephen Brookfield untuk membantu guru merenungkan praktik mengajar mereka dari berbagai perspektif yang berbeda. 

Melalui empat lensa ini, guru dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman mengajar mereka dan mendapatkan wawasan baru yang mungkin terlewatkan sebelumnya. 

Di bawah ini adalah uraian singkat tentang keempat lensa tersebut: 

1. Lensa Autobiografi

Melalui Lensa autobiografi (refleksi diri), seorang guru meneliti pengaruh pengalaman hidup, nilai-nilai, dan keyakinan pribadi terhadap metode pengajaran mereka. 

Ini melibatkan mempertimbangkan bagaimana pengalaman masa lalu, baik dari pendidikan formal, pengalaman pribadi, atau peristiwa emosional, membentuk cara mereka memandang dan mengambil pendekatan dalam pengajaran.

Dengan menggunakan lensa autobiografi, seorang guru dapat mengeksplorasi pertanyaan seperti:

  • Bagaimana pengalaman hidup saya memengaruhi cara saya memandang pendidikan?
  • Bagaimana nilai-nilai yang saya pegang memengaruhi praktik mengajar saya?
  • Bagaimana pengalaman traumatis (berkesan) dari masa lalu mempengaruhi interaksi saya dengan siswa?

Melalui refleksi ini, seorang guru dapat meningkatkan pemahaman tentang diri mereka sendiri dan meningkatkan kualitas interaksi dengan siswa. 

Ini juga membuka peluang untuk penyesuaian dan pertumbuhan pribadi dalam peran sebagai pendidik.

2. Lensa Pembelajar

Lensa pembelajar (refleksi peserta didik) mengarah pada fokus pada persepsi dan pengalaman pembelajaran siswa di dalam kelas. 

Ini berarti seorang guru secara aktif mencari pemahaman tentang bagaimana siswa merespons materi pelajaran, metode pengajaran yang digunakan, dan lingkungan belajar yang dibuat.

Dengan menggunakan lensa pembelajar, seorang guru dapat melakukan beberapa tindakan seperti:

a. Melakukan Survei Persepsi Siswa

Guru dapat menggunakan survei untuk memahami bagaimana siswa merasakan pembelajaran mereka.

Ini mencakup pertanyaan tentang tingkat kepuasan siswa terhadap pengalaman belajar, pemahaman mereka tentang materi pelajaran, dan harapan mereka terhadap pembelajaran di kelas.

b. Melakukan Penilaian Formatif dan Sumatif

Guru melakukan penilaian untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

Penilaian formatif memberikan umpan balik langsung kepada siswa tentang kemajuan mereka, sementara penilaian sumatif memberikan gambaran keseluruhan tentang pemahaman siswa pada akhir suatu periode pembelajaran.

c. Mengobservasi Langsung Respons Siswa

Guru mengamati secara langsung bagaimana siswa merespons materi pelajaran dan interaksi di kelas. Hal ini bertujuan untuk memperhatikan tingkat keterlibatan siswa, pemahaman mereka, dan tanggapan emosional mereka terhadap pembelajaran.

Melalui lensa pembelajar, seorang guru dapat memperoleh wawasan yang berharga tentang dinamika kelas, preferensi belajar siswa, serta keberhasilan dan kebutuhan pembelajaran individu. 

Pendakatan ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan pendekatan pengajaran mereka untuk lebih efektif memenuhi kebutuhan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

3. Lensa Rekan Kerja

Lensa Rekan Kerja (refleksi rekan kerja) dalam konteks refleksi mengajar menyoroti pentingnya kolaborasi dengan rekan kerja, seperti sesama guru di sekolah yang sama atau dalam tim pengajaran.

Melalui lensa ini, seorang guru fokus pada memperoleh sudut pandang tambahan dan mendengarkan perspektif yang berbeda dari praktisi lain dalam bidangnya.

Beberapa cara untuk menggunakan lensa "Rekan Kerja" dalam refleksi mengajar meliputi:

a. Diskusi Informal

Guru dapat berdiskusi secara informal dengan rekan kerja tentang pengalaman mengajar mereka, tantangan yang mereka hadapi, dan strategi yang berhasil. 

Diskusi semacam ini memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman, serta memberikan kesempatan untuk belajar satu sama lain.

b. Observasi dan Umpan Balik

Guru dapat mengamati sesama rekan kerja dalam tindakan di kelas dan memberikan umpan balik yang konstruktif. 

Observasi ini dapat memberikan wawasan baru tentang pendekatan pengajaran dan dinamika kelas yang mungkin tidak terlihat oleh guru sendiri.

Melalui lensa "Rekan Kerja", seorang guru dapat memperluas pemahaman mereka tentang praktik mengajar yang efektif, menggali strategi baru, dan meningkatkan kualitas pengajaran mereka. 

Hal ini juga memperkuat komunitas pembelajaran di sekolah atau tim pengajaran, di mana kolaborasi dan berbagi pengalaman dihargai dan didorong.

4. Lensa Literatur Teoritis

Lensa Literatur Teoritis dalam konteks refleksi mengajar menekankan pentingnya merujuk pada literatur akademis, terlibat dalam kegiatan pembelajaran profesional, dan melakukan penelitian dalam bidang pendidikan.

Melalui lensa ini, seorang guru dapat mengambil manfaat dari pengetahuan yang dikembangkan oleh para ahli dalam bidang pendidikan untuk memperkaya praktik mengajar mereka.

Berikut adalah beberapa cara seorang guru dapat menggunakan lensa "Literatur Teoritis" dalam refleksi mengajar:

a. Membaca Literatur Akademis

Guru dapat membaca buku, artikel jurnal, dan materi akademis lainnya yang berkaitan dengan bidang pendidikan.

Kegiatan ini memungkinkan untuk memperluas pemahaman mereka tentang teori-teori dan konsep-konsep yang relevan dengan praktik mengajar mereka.

b. Berpartisipasi dalam Kegiatan Pembelajaran Profesional

Guru dapat menghadiri seminar, lokakarya, konferensi, dan pelatihan lainnya yang berkaitan dengan bidang pendidikan. 

Kegiatan ini memberi guru kesempatan untuk mendengarkan presentasi dari para ahli, berinteraksi dengan rekan sejawat, dan memperoleh wawasan tentang tren dan praktik terbaru dalam pendidikan.

c. Melakukan Penelitian

Guru dapat melakukan penelitian dalam bidang pendidikan yang menarik minat mereka. Ini dapat melibatkan studi kasus di kelas mereka sendiri, penelitian tindakan, atau bahkan penelitian kolaboratif dengan rekan kerja atau akademisi lainnya. 

Dengan melakukan penelitian, seorang guru dapat mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak praktik mengajar mereka dan kontribusi mereka terhadap pembelajaran siswa.

Dengan menggunakan empat lensa ini secara bersama-sama, seorang guru dapat mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang praktik mengajar mereka dan mengidentifikasi area di mana mereka dapat melakukan perbaikan atau inovasi lebih lanjut.

C. Menanamkan Refleksi ke dalam Praktik Mengajar

Menanamkan refleksi ke dalam praktik mengajar merupakan langkah penting untuk pengembangan profesional yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya:

1. Simpan Jurnal

Menjaga jurnal refleksi adalah langkah kunci dalam pengembangan profesionalme seorang guru. 

Setiap minggu dan pada akhir setiap pembelajaran, catatlah pengalaman Anda secara rinci. 

Catat poin-poin penting tentang pelajaran yang berhasil, strategi yang efektif, dan alasannya mengapa. Selain itu, catat juga hal-hal yang tidak berhasil, serta penyebabnya. 

Tinjaulah jurnal ini secara berkala, khususnya pada akhir semester, untuk memperoleh wawasan yang lebih dalam. 

Pengalaman yang dicatat dalam jurnal dapat menjadi fondasi untuk membangun praktik mengajar yang lebih baik di masa depan.

2. Sertakan Refleksi dalam Perencanaan Pembelajaran

Dalam perencanaan pembelajaran, jangan lupakan untuk menyertakan refleksi yang telah dan akan dilakukan. 

Hal ini dapat membantu guru dalam meninjau pengalaman pembelajaran secara sistematis dari waktu ke waktu. 

Dengan cara ini, jika Anda memilih untuk menggunakan strategi yang serupa di masa depan, Anda dapat memperoleh wawasan yang berharga dari pengalaman sebelumnya.

3. Temukan Mentor atau Pelatih

Menemukan mentor atau pelatih yang bisa memberikan dukungan dalam proses refleksi dan pengembangan profesional seorang guru sangatlah penting untuk dilakukan. 

Hubungan ini didasarkan pada refleksi, kolaborasi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan bimbingan dari mentor atau pelatih, Anda dapat mendapatkan sudut pandang yang berbeda dan wawasan baru untuk meningkatkan praktik mengajar di dalam kelas.

4. Uji Refleksi

Diskusikan refleksi dengan mentor, pelatih, atau rekan kerja yang telah mengamati praktik mengajar Anda di kelas. 

Umpan balik dari mereka tentang apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki sangat berharga. 

Dengan mendapatkan pemahaman holistik tentang praktik mengajar, Anda dapat terus berkembang dan meningkatkan dampak pembelajaran di kelas.

5. Refleksi setelah Pelatihan Profesional

Setelah menyelesaikan pelatihan atau pembelajaran profesional, refleksikanlah apa yang Anda pelajari dan bagaimana menerapkannya dalam praktik di kelas. 

Identifikasi perubahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dampak pembelajaran. 

Refleksi ini tidak hanya memperkuat pengalaman, tetapi juga dapat digunakan sebagai dasar untuk memenuhi persyaratan pendaftaran guru atau sertifikasi lainnya.

Referensi: https://www.aitsl.edu.au/teach/improve-practice/how-to-guides/reflection

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."