Blogger Jateng

Model Pembelajaran Discovery Learning: Pengertian, Metode & Langkahnya!

Nyero.ID - Model Pembelajaran Discovery Learning, atau pembelajaran melalui penemuan, merujuk pada pendekatan di mana siswa didorong untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran mereka sendiri. 

Berbeda dengan metode konvensional yang lebih bersifat instruktif, Discovery Learning menekankan pada pengalaman langsung dan eksplorasi. Ini menciptakan lingkungan di mana siswa tidak hanya memahami informasi, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas.

Pada intinya, Discovery Learning didasarkan pada prinsip-prinsip yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk menemukan pengetahuan mereka sendiri. Salah satu prinsip utamanya adalah memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, sehingga mereka dapat mengatasi hambatan dan meraih pengetahuan secara bertahap. Selain itu, lingkungan belajar harus dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu, eksplorasi, dan kolaborasi di antara siswa.

Pengertian Model Pembelajaran Discovery Learning

Pengertian Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dalam model ini, siswa didorong untuk menemukan dan memahami konsep-konsep secara mandiri melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan pemecahan masalah.

Untuk merinci makna dan esensi Discovery Learning, berikut beberapa pandangan beberapa ahli pendidikan yang memberikan pandangan mendalam terhadap model pembelajaran ini.

Menurut Dr. Jerome Bruner, seorang psikolog dan ahli pendidikan terkemuka, Discovery Learning adalah pendekatan di mana siswa diberdayakan untuk menemukan dan memahami konsep-konsep sendiri melalui pengalaman langsung. Bruner menekankan pentingnya aktivitas kognitif siswa dan percaya bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa terlibat secara aktif dalam proses pemahaman.

Teori konstruktivisme, yang dikembangkan oleh Jean Piaget, juga memberikan dasar bagi Discovery Learning. Piaget percaya bahwa siswa lebih baik belajar ketika mereka terlibat dalam konstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi dengan lingkungan. Dengan demikian, Discovery Learning menciptakan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuan mereka sendiri melalui eksplorasi dan interaksi langsung dengan materi pelajaran.

Metode Pembelajaran Discovery Learning

Discovery learning tidak hanya berbicara tentang apa yang harus dipelajari, tetapi lebih kepada bagaimana belajar dapat menjadi pengalaman yang bermakna dan mendalam. Dalam konteks ini, metode pembelajaran ini menyoroti peran sentral siswa dalam mengonstruksi pengetahuan mereka, bertolak dari model guru yang memimpin dan siswa yang pasif menerima informasi.

1. Pembelajaran Berbasis Masalah

Metode ini menitikberatkan pada pemberian tantangan nyata kepada siswa, seringkali dalam bentuk masalah atau situasi yang memerlukan pemecahan. Dengan memikirkan solusi sendiri, siswa tidak hanya memahami konsep secara lebih mendalam tetapi juga mengembangkan keterampilan pemecahan masalah.

2. Eksperimen dan Pengamatan Langsung

Discovery learning menekankan pengalaman langsung. Siswa diajak untuk melakukan eksperimen, pengamatan, dan penelitian sendiri. Dengan demikian, mereka tidak hanya menggali pengetahuan dari buku pelajaran, tetapi juga merasakan dan menyelami konsep-konsep yang diajarkan.

3. Pendekatan Inkuiri

Pendekatan inkuiri memegang peranan kunci dalam discovery learning. Siswa diberi kebebasan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan mereka sendiri. Guru berperan sebagai fasilitator, membimbing siswa dalam proses mencari jawaban melalui eksplorasi dan penelitian.

Strategi Pembelajaran Discovery Learning

Dengan merangkai strategi pembelajaran yang mendorong pemikiran kritis, eksplorasi, dan pengalaman langsung, kita membuka pintu menuju pendidikan yang lebih dinamis dan relevan. Beberikut beberapa strategi penting dalam penerapapan pembelajaran discovery learning di kelas:

1. Pembelajaran Kolaboratif

Strategi ini menempatkan kolaborasi sebagai elemen integral. Siswa diajak untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas atau proyek, memfasilitasi pertukaran ide dan pengetahuan. Kolaborasi bukan hanya membangun keahlian sosial, tetapi juga memperkaya pemahaman konsep.

2. Penggunaan Teknologi & Multimedia

Mengintegrasikan teknologi dan sumber daya multimedia menjadi strategi yang efektif dalam discovery learning. Video, simulasi, dan presentasi interaktif tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik tetapi juga memvisualisasikan konsep-konsep kompleks dengan lebih baik.

3. Penggunaan Proyek Pembelajaran

Implementasi proyek berbasis pembelajaran memberikan siswa pengalaman langsung dalam mengatasi tantangan nyata. Dengan merancang dan melaksanakan proyek, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah (Sintaks) Pembelajaran discovery learning

Discovery Learning adalah suatu peristiwa penting dalam kehidupan manusia yang terjadi ketika individu terlibat secara aktif dalam menggunakan proses mentalnya untuk menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip baru.

Proses ini dikenal sebagai cognitive process, yang melibatkan langkah-langkah penting seperti observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi. Inilah langkah-langkah yang membentuk dasar dari the mental process of assimilating concepts and principles in the mind.

Ada enam sintaks kunci dalam model pembalajaran ini, yang melibatkan pemberian rangsangan, pernyataan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan menarik simpulan atau generalisasi.

1. Pemberian rangsangan (stimulation)

Langkah pertama dalam model Discovery Learning adalah pemberian rangsangan. Siswa diberikan pengalaman atau informasi yang merangsang pemikiran dan rasa ingin tahu mereka. Rangsangan ini bisa berupa pertanyaan, eksperimen, atau situasi simulasi yang mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar.

2. Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement)

Setelah menerima rangsangan, langkah kedua melibatkan pernyataan atau identifikasi masalah. Siswa diajak untuk merumuskan pertanyaan atau permasalahan yang perlu dipecahkan. Hal ini memicu siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan fokus dalam proses pembelajaran.

3. Pengumpulan data (data collection)

Langkah ketiga adalah pengumpulan data. Siswa mengumpulkan informasi atau bukti terkait dengan pernyataan masalah yang telah mereka identifikasi. Proses pengumpulan data ini memungkinkan siswa untuk menggali lebih dalam dan memperluas pemahaman mereka tentang konsep atau topik tertentu.

4. Pengolahan data (data processing)

Setelah data terkumpul, langkah keempat adalah pengolahan data. Siswa mengorganisir dan menganalisis informasi yang telah dikumpulkan untuk mencari pola atau hubungan. Proses ini melibatkan pemikiran analitis dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah.

5. Pembuktian (verification)

Pada langkah kelima, yaitu pembuktian, siswa diminta untuk mempresentasikan temuan atau solusi yang mereka kembangkan berdasarkan data dan analisis mereka. Proses ini tidak hanya melibatkan pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan berbagi ide dengan orang lain.

6. Menarik simpulan/generalisasi (generalization)

Langkah terakhir adalah menarik simpulan atau generalisasi. Siswa merenungkan tentang apa yang telah dipelajari dan mencoba mengaitkannya dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang lebih luas. Melalui proses ini, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam dan memperluas aplikasi konsep dalam konteks yang lebih luas.

Secara keseluruhan, model Discovery Learning memberikan siswa pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam setiap langkah, model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan kritis dan kemampuan untuk menghadapi tantangan dalam pembelajaran. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi, menyelidiki, dan menciptakan pengetahuan mereka sendiri, model ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan merangsang perkembangan intelektual.

Media Pembelajaran Discovery Learning

Media pembelajaran memainkan peran sentral dalam mendukung Discovery Learning dengan menyajikan informasi secara menarik dan interaktif. Penggunaan media membantu menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, memicu rasa ingin tahu siswa, dan meningkatkan partisipasi aktif. Dengan memberikan akses visual, auditori, dan kinestetik, media pembelajaran dapat memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa, menciptakan pembelajaran yang inklusif dan efektif. Berikut beberpa media yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran Discovery Learning:

1. Simulasi Interaktif

Simulasi menyajikan lingkungan belajar yang mirip dengan situasi nyata. Dengan memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan skenario tertentu, simulasi mendukung pengembangan pemahaman konsep melalui pengalaman langsung. Contoh media simulasi:

  • Simulasi kimia yang memungkinkan siswa untuk mencampur bahan-bahan dan melihat reaksi kimia secara virtual.
  • Simulasi fisika yang memodelkan gaya gravitasi dan gerak proyektil untuk membantu pemahaman hukum fisika.

2. Video Edukatif

Video memberikan dimensi visual yang kuat untuk mendukung pemahaman konsep. Dalam Discovery Learning, video dapat digunakan untuk memperlihatkan proses atau eksperimen yang sulit dilakukan secara langsung di kelas. Contoh media video:

  • Video eksperimen laboratorium yang menunjukkan proses tertentu, memungkinkan siswa untuk melihat detail dan langkah-langkah yang terlibat.
  • Video dokumenter atau animasi yang menjelaskan konsep-konsep kompleks dengan ilustrasi visual yang menarik.

3. Permainan Edukatif

Permainan mengintegrasikan unsur kesenangan dengan pembelajaran. Dalam konteks Discovery Learning, permainan dapat memberikan tantangan dan skenario yang memicu pemecahan masalah kreatif. Contoh media permainan edukatif:

  • Permainan papan atau kartu dengan tantangan matematika yang memerlukan pemecahan masalah dan pemikiran strategis.
  • Permainan simulasi sejarah atau geografi yang memungkinkan siswa untuk mengalami peristiwa sejarah atau menjelajahi peta dunia secara interaktif.

4. Aplikasi Interaktif

Aplikasi pembelajaran menawarkan pengalaman belajar yang disesuaikan. Dengan memberikan tantangan dan aktivitas interaktif, aplikasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Contoh aplikasi interaktif:

  • Aplikasi matematika yang menyajikan soal-soal secara dinamis dengan grafik dan animasi.
  • Aplikasi bahasa yang menggunakan permainan kata-kata dan tantangan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan menulis siswa.

5. Sumber Daya Digital Interaktif

Sumber daya digital seperti infografis, animasi, dan presentasi interaktif dapat memudahkan siswa untuk mengeksplorasi konsep-konsep kompleks dengan cara yang menarik. Contoh Sumber Daya Digital Interaktif:

  • Infografis yang menyajikan informasi dalam bentuk grafis dan diagram untuk memudahkan pemahaman konsep kompleks.
  • Presentasi interaktif dengan elemen drag-and-drop dan animasi untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menarik dan mudah dicerna.

Pilihan media yang tepat dapat merangsang rasa ingin tahu siswa, memberikan pengalaman belajar yang mendalam, dan memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih baik. Dengan terus memanfaatkan teknologi dan pengembangan media pembelajaran, pendidikan dapat terus bertransformasi menjadi pengalaman yang lebih interaktif dan efektif bagi para pembelajar.

Kelebihan & Kelemahan Pembelajaran Discovery Learning

Meskipun dianggap sebagai metode yang inovatif, Discovery Learning memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan untuk memahami secara menyeluruh dampaknya pada pembelajaran.

Kelebihan

  • Discovery Learning merangsang rasa ingin tahu dan kreativitas siswa. Dengan memungkinkan mereka untuk menemukan sendiri, pembelajaran menjadi lebih personal dan bermakna. 
  • Model ini menekankan pada proses pemecahan masalah, membantu siswa mengembangkan keterampilan kritis yang diperlukan dalam kehidupan nyata.
  • Siswa dapat membangun hubungan yang kuat antara konsep-konsep yang mereka temukan, membantu mereka memahami materi dengan lebih mendalam.
  • Discovery Learning membantu menciptakan fondasi pengetahuan yang kuat, karena siswa belajar melalui pengalaman langsung dan keterlibatan aktif.

Kelemahan

  • Siswa mungkin mengalami kesulitan dalam memahami materi tanpa bimbingan yang cukup dari guru. Diperlukan guru yang efektif untuk memandu dan memberikan arahan saat diperlukan.
  • Discovery Learning memerlukan waktu lebih lama karena siswa perlu melibatkan diri dalam eksplorasi dan pemecahan masalah. Hal ini dapat menjadi tantangan dalam lingkungan pembelajaran yang terbatas waktu.
  • Proses penilaian pada Discovery Learning bisa menjadi lebih subjektif karena setiap siswa mungkin menemukan hasil yang berbeda-beda. Diperlukan metode penilaian yang lebih fleksibel.
  • Beberapa materi pembelajaran mungkin tidak sesuai dengan pendekatan Discovery Learning, dan beberapa siswa mungkin memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih terstruktur.

Pemahaman yang baik tentang model pembelajaran Discovery Learning penting untuk membantu pendidik dan siswa memutuskan apakah metode ini sesuai dengan konteks pembelajaran tertentu. Dengan pengawasan yang efektif dan penyesuaian yang bijaksana, model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi alat pembelajaran yang kuat untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."