Blogger Jateng

Struktur Kurikulum Merdeka: PAUD, SD/MI, SMP/MTs & SMA/MA!

Nyero.ID - Struktur Kurikulum Merdeka adalah konsep inovatif dalam dunia pendidikan Indonesia yang mengusung prinsip kebebasan dan fleksibilitas dalam merancang kurikulum. Dibentuk dengan tujuan untuk memberikan keleluasaan kepada lembaga pendidikan dalam menyesuaikan kurikulumnya dengan kebutuhan lokal dan global, struktur ini menjadi solusi untuk mengatasi ketidakselarasan antara materi pembelajaran dan realitas di lapangan. Dengan demikian, setiap lembaga pendidikan dapat merancang kurikulumnya secara kontekstual, menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi siswa. 

Struktur Kurikulum Merdeka juga menekankan pada integrasi teknologi dan pengembangan keterampilan 21st century. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran diharapkan dapat mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan pesat di era digital, sambil juga meningkatkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan berkomunikasi.

Konsep ini menciptakan landasan bagi pendidikan yang tidak hanya mengejar penguasaan materi pelajaran, tetapi juga fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman, memastikan bahwa setiap siswa memiliki bekal yang cukup untuk sukses di masa depan.

Struktur Kurikulum Merdeka PAUD SD MI SMP MTs SMA MAStruktur Kurikulum Merdeka PAUD SD MI SMP MTs SMA MA

Prinsip Pengembangan Struktur Kurikulum Merdeka

Dalam pengembangan Struktur Kurikulum Merdeka, tiga prinsip utama menjadi pilar utama yang membimbing perancangan dan pelaksanaannya. Ini mencakup pendekatan berbasis kompetensi, fleksibilitas pembelajaran, dan pembentukan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

1. Berbasis Kompetensi

Struktur Kurikulum Merdeka mendasarkan pembelajarannya pada pengembangan kompetensi, bukan hanya pengetahuan akademis. Pembelajaran tidak lagi terfokus pada menghafal fakta-fakta, tetapi pada penguasaan keterampilan dan pemahaman konsep yang dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks. Setiap mata pelajaran dan kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan siswa keterampilan praktis yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.

Contoh pengimplementasian prinsip ini adalah dengan menyusun kurikulum yang memetakan kompetensi utama yang diinginkan, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi efektif, dan kerja sama. Kurikulum dirancang untuk memastikan bahwa setiap mata pelajaran memberikan kontribusi pada pengembangan kompetensi ini, sehingga siswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

2. Pembelajaran yang Fleksibel

Salah satu poin sentral dari Struktur Kurikulum Merdeka adalah memberikan fleksibilitas kepada siswa dalam menentukan jalannya pembelajaran. Siswa memiliki kebebasan untuk memilih mata pelajaran, proyek, atau kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat mereka. Ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif, di mana setiap siswa dapat mengeksplorasi minatnya sendiri dan mengembangkan potensinya dengan cara yang paling efektif bagi dirinya.

Fleksibilitas ini juga tercermin dalam metode pengajaran yang bervariasi, termasuk pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan pemecahan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang membimbing siswa dalam perjalanan pembelajaran mereka, sementara siswa memiliki kendali lebih besar atas pengalaman belajar mereka.

3. Karakter Pancasila

Struktur Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada aspek akademis dan keterampilan, tetapi juga menekankan pembentukan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, menjadi landasan moral dan etika bagi setiap siswa dalam proses pendidikan.

Dalam implementasinya, kurikulum merancang kegiatan ekstrakurikuler, proyek sosial, dan pembelajaran moral yang mendalam untuk membentuk karakter siswa. Nilai-nilai seperti gotong royong, persatuan, keadilan, demokrasi, dan ketuhanan yang maha esa menjadi integral dalam setiap aspek pembelajaran. Siswa didorong untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkannya dalam berbagai konteks.

Dengan merangkai ketiga prinsip ini bersama-sama, Struktur Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dan kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Struktur Kurikulum PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA

1. Struktur Kurikulum PAUD

a. Struktur kurikulum pada PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA) terdiri atas:

  • Kegiatan Pembelajaran Intrakurikuler: Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam Capaian Pembelajaran. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler adalah bermain bermakna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Karena itu, kegiatan yang dipilih harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Kegiatan juga perlu didukung oleh penggunaan sumber-sumber belajar yang nyata dan ada di lingkungan sekitar anak. Sumber belajar yang tidak tersedia secara nyata dapat dihadirkan dengan dukungan teknologi dan buku bacaan anak.
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian Profil Pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD). Penguatan Profil Pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD.

b. Alokasi waktu pembelajaran di PAUD:

  • PAUD usia 3–4 tahun: Paling sedikit 360 menit (6 jam) per minggu
  • PAUD usia 4–6 tahun: Paling sedikit 900 menit (15 jam) per minggu

2. Struktur Kurikulum SD/MI

a. Struktur Kurikulum SD/MI: Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama, yaitu:

  • Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

b. Jam Pelajaran (JP): Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan.

c. Pendekatan Pembelajaran: Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi.

d. Perubahan Terkait Mata Pelajaran

  • Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS.
  • Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan.
  • Satuan pendidikan atau murid bisa memilih setidaknya 1 dari 4 mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari.

e. Alokasi waktu  

Alokasi waktu mata pelajaran SD/MI kelas 1

Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 35 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SDMI kelas 1 dalam struktur kurikulum Merdeka

Keterangan: 

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing.
  • ** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Murid memilih salah satu.
  • *** Paling banyak 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.
  • **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Alokasi waktu mata pelajaran SD/MI kelas 2

Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 35 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SDMI kelas 2 dalam struktur kurikulum Merdeka

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing.
  • ** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Murid memilih salah satu.
  • *** Paling banyak 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.
  • **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Alokasi waktu mata pelajaran SD/MI kelas 3–5

Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 35 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SDMI kelas 3–5

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing.
  • ** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Murid memilih salah satu.
  • *** Paling banyak 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.
  • **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Alokasi waktu mata pelajaran SD/MI kelas 6

Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 35 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SDMI kelas 6 dalam struktur kurikulum Merdeka

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing. 
  • ** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Murid memilih salah satu.
  • *** Paling banyak 2 JP per minggu atau 64 JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.
  • **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Penjelasan struktur kurikulum SD/MI/sederajat secara umum

a. Mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran pilihan yang dapat diselenggarakan berdasarkan kesiapan satuan pendidikan. Pemerintah daerah perlu melakukan fasilitasi penyelenggaraan mata pelajaran Bahasa Inggris, misalnya terkait peningkatan kompetensi dan penyediaan guru. Satuan pendidikan yang belum siap memberikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan dapat mengintegrasikan muatan Bahasa Inggris ke dalam mata pelajaran lain dan/atau ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat, komite sekolah, relawan mahasiswa, dan/atau bimbingan orang tua.

b. Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayatan kepercayaan terhadap Tuhan YME dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan YME.

c. Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SD/MI/sederajat menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai dengan kondisi peserta didik.

d. Proses mengidentifikasi dan menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kemampuan murid dilakukan oleh guru yang melaksanakan fungsi bimbingan dan konseling (BK).

3. Struktur Kurikulum SMP/MTs

a. Struktur Kurikulum SMP/MTs: Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu:

  • Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

b. Jam Pelajaran (JP): Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan.

c. Pendekatan Pembelajaran: Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi.

d. Informasi Terkait Mata Pelajaran

  • Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran wajib.
  • Satuan pendidikan atau murid dapat memilih setidaknya 1 dari 5 mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya.

e. Alokasi waktu 

Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs kelas 7–8

Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SMPMTs kelas 7–8

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing. 
  • ** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Murid memilih salah satu. 
  • *** Paling banyak 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun. 
  • **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs kelas 9

Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SMPMTs kelas 9

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing. 
  • ** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Murid memilih salah satu. 
  • *** Paling banyak 2 JP per minggu atau 64 JP per tahun. 
  • **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Penjelasan struktur kurikulum SMP/MTs/sederajat secara umum

a. Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayatan kepercayaan terhadap Tuhan YME dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan YME.

b. Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SMP/MTs/sederajat menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai kondisi peserta didik.

c. Beban belajar bagi penyelenggara pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai SKS.

d. Proses mengidentifikasi dan menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kemampuan murid dilakukan oleh guru yang dikoordinasikan oleh guru BK. Jika ketersediaan guru BK belum mencukupi, maka koordinasi dilakukan oleh guru lain.

4. Struktur Kurikulum SMA/MA

a. Struktur Kurikulum SMA Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama, yaitu:

  • Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

b. Jam Pelajaran (JP) Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan.

c. Pendekatan Pembelajaran Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi.

d. Perubahan Terkait Mata Pelajaran

  • Mata pelajaran IPA dan IPS di Kelas 10 SMA belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik.
  • Satuan pendidikan atau murid dapat memilih setidaknya 1 dari 5 mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya.
  • Di kelas 10, murid mempelajari mata pelajaran umum (belum ada mata pelajaran pilihan). Murid memilih mata pelajaran sesuai minat di kelas 11 dan 12, sesuai kelompok mata pelajaran yang tersedia.

e. Alokasi Waktu

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA kelas 10 

Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 45 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA kelas 10 dalam struktur kurikulum Merdeka

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing. 
  • ** Pembelajaran reguler tidak penuh, yaitu 36 minggu, untuk memenuhi alokasi projek. Alokasi intrakurikuler Pendidikan Pancasila, Bahasa Inggris, serta Seni dan Prakarya hanya 27 minggu. 
  • *** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya dan Kewirausahaan). Murid memilih salah satu.  
  • **** Paling banyak 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun. 
  • ***** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Baca Juga: Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, Ini Penjelasannya!

Penjelasan mata pelajaran IPA dan IPS SMA/MA kelas 10

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas 10 SMA/MA/ sederajat tidak dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik. Namun demikian, satuan pendidikan dapat menentukan bagaimana muatan pelajaran diorganisasi. Pengorganisasian pembelajaran IPA dan IPS bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan sebagai berikut:

  • amengajarkan muatan IPA atau IPS secara terintegrasi;
  • mengajarkan muatan IPA atau IPS secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah; atau
  • mengajarkan muatan IPA atau IPS secara paralel, dengan JP terpisah seperti mata pelajaran yang berbeda-beda, diikuti dengan unit pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan muatan-muatan pelajaran IPA atau IPS tersebut.

Struktur Mata Pelajaran SMA/MA Fase F

Pada Fase F (kelas 11 dan 12), struktur mata pelajaran dibagi menjadi 2 kelompok utama, yaitu:

  • Kelompok Mata Pelajaran Umum: Setiap SMA/MA/sederajat wajib membuka atau mengajarkan seluruh mata pelajaran dalam kelompok ini dan wajib diikuti oleh semua murid SMA/MA/sederajat.
  • Kelompok Mata Pelajaran Pilihan Setiap SMA/MA/sederajat wajib menyediakan paling sedikit 7 mata pelajaran pilihan.

Khusus untuk sekolah yang ditetapkan pemerintah sebagai sekolah keolahragaan atau seni, dapat dibuka mata pelajaran Olahraga atau Seni, sesuai dengan sumber daya yang tersedia di SMA/MA/sederajat. 

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA kelas 11

Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 45 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA kelas 11

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA kelas 11

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing. 
  • ** Pembelajaran reguler kelas 11 tidak penuh, yaitu 36 minggu, untuk memenuhi alokasi projek. Alokasi intrakurikuler Pendidikan Pancasila, Bahasa Inggris, Seni, dan Sejarah hanya 27 minggu.
  • *** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Murid memilih 1 (satu) salah satu.
  • **** Alokasi masing-masing mata pelajaran pilihan (selain mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan) yaitu 5 JP per minggu atau 180 JP per tahun. 
  • ***** Pengaturan mata pelajaran lainnya yang dikembangkan sesuai sumber daya yang tersedia diatur lebih lanjut oleh pemimpin unit utama yang membidangi kurikulum, asesmen, dan perbukuan. 
  • ****** Paling banyak 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun. ******* Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA kelas 12

Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 45 menit

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA Kelas 12

Alokasi waktu mata pelajaran SMA/MA Kelas 12

Keterangan:

  • * Diikuti murid sesuai agama masing-masing. 
  • ** Pembelajaran reguler kelas 12 tidak penuh, yaitu 32 minggu, untuk memenuhi alokasi projek. Alokasi intrakurikuler Pendidikan Pancasila, Bahasa Inggris, Seni, dan Sejarah hanya 24 minggu.
  • *** Satuan pendidikan menyediakan minimum 1 jenis seni dan budaya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Murid memilih 1 salah satu.
  • **** Alokasi masing-masing mata pelajaran pilihan (selain mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan) yaitu 5 JP per minggu atau 180 JP per tahun. 
  • ***** Pengaturan mata pelajaran lainnya yang dikembangkan sesuai sumber daya yang tersedia diatur lebih lanjut oleh pemimpin unit utama yang membidangi kurikulum, asesmen, dan perbukuan.
  • ****** Paling banyak 2 JP per minggu atau 64 JP per tahun. 
  • ******* Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. 

Baca Juga: Komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka, Berikut Ulasannya!

Penjelasan struktur kurikulum SMA/MA/sederajat secara umum

  • Satuan pendidikan wajib membuka kelompok mata pelajaran umum serta sekurang-kurangnya 7 mata pelajaran pilihan.
  • Setiap murid wajib mengikuti: i seluruh mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran umum; ii.  memilih 4–5 mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran pilihan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik kelas 10. 
  • Murid diperbolehkan mengganti mata pelajaran pilihan pada kelas 11 semester 2 berdasarkan penilaian ulang satuan pendidikan terhadap minat, bakat, dan kemampuan peserta didik.
  • Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayatan kepercayaan terhadap Tuhan YME dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
  • Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SMA/MA/sederajat menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai kondisi peserta didik.
  • Beban belajar bagi penyelenggara pendidikan dengan SKS dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai SKS.
  • Proses mengidentifikasi dan menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik dilakukan oleh guru yang dikoordinasikan oleh guru BK. Jika ketersediaan guru BK belum mencukupi, maka koordinasi dilakukan oleh guru lain.
Muh. Akbar
Muh. Akbar "Live with an attitude of gratitude for the experiences that shape you, and learn with an insatiable hunger for understanding the world and your place in it."